Selasa, Agustus 24, 2010

Perut

Mencari yang haram aja susah, apalagi yang halal” begitulah kira-kira pernyataan yang sering kita dengar terkait dengan masalah kebutuhan sehari-hari yang notabene adalah asupan perut kita. Demi perut manusia saling sikut, jegal sana-sini, korupsi, tipu kanan-tipu kiri, mencuri, merampok, semua hal dilakukan bahkan rela mati demi tuntutan kebutuhan perut. Sehingga wajar bila seorang tokoh sosialis-komunis, Karl Mark berpendapatfaktor penyebab munculnya berbagai pertentangan dan kekacauan di antara sesama manusia adalah hal-hal yang berhubungan dengan perut”.

Kenapa masalah perut begitu rumit? Mengapa hanya untuk memenuhi penampung 1 liter makanan saja harus melanggar ketentuan-ketentuan yang telah digariskan oleh Allah SWT?
Fitrah Manusia
Pada dasarnya perut merupakan satu bagian dari bagia-bagian tubuh manusia, Seperti anggota tubuh lainya, perut mempunyai peran penting, organ yang satu ini selain tempat menampung dan mencerna makanan, juga menjadi tempat terjadinya metabolisme tubuh.
Secara fungsional seperti itulah tugas perut kita, sebagai tempat untuk memproses makanan sehingga makanan bisa diserap dan mampu dimanfaatkan oleh organ-organ tubuh kita yang lain.
Namun, bila kita cermati lebih mendalam, organ yang satu ini sangat aneh, kendati berdiameter kecil, tetapi bila kemauannya senantiasa dituruti, maka seluruh isi dunia ini akan pula ditelan habis.
awalnya hanya mencari sepiring nasi, lalu keinginan menyimpan untuk hari esok, meningkat lagi ingin menimbun untuk hari tua, bahkan keinginan mewariskan untuk anak keturunan hingga generasi ke-7.
Tak ayal berangkat dari perut ini muncullah ideologi kapitalisme dan imperialisme, manusia menguasai manusia, manusia memperbudak sesamanya. Dari dahulu hingga detik ini.
Karena tak terbatasnya “bahasa perut” ini, lebih dari 30 ayat dalam al-Qur’an menyebut pentingnya umat Islam menjaga dan memperhatikan makanannya. Islam menginginkan agar kaum muslimin sebagai umat terbaik tetap terpelihara.
Maka dari setiap suap makanan yang masuk kedalam perut mereka, diharapkan menambah kebaikan dan kemuliaannya. Hasilnya adalah ketakwaan dan amal sholeh. al-Qur’an menjelaskan diantaranya,”Hai orang-orang yang beriman! Makanlah diantara rezeki yang baik-baik kami beikan kepadamu dan bersyukurlah kepada Allah, jika benar-benar hanya kepada-Nya kamu menyembah.”(al-Baqoroh[2]: 172.
Allah memberikan tuntunan yang demikian detil karena keinginan perut kerap melampui batas. Maunya aneh-aneh, inginnya berpetualang ke penjuru rasa, jenis dan jumlahnya pun kalau bisa tidak terbatas.
Dalam kitab Minhaj al-'Abidin, Imam Ghazali mengingatkan agar seorang Muslim mampu menjaga perutnya, terutama dari dua hal ini. Pertama, dari semua perkara yang haram dan syubhat. Kedua, dari berfoya-foya atau berpuas-puas diri meskipun dari perkara yang halal.
Larangan pertama harus dijauhi, karena dalam Islam pemakan barang haram diancam dua keburukan besar. Pertama, siksa api neraka. Firman Allah, ''Sesungguhnya orang-orang yang memakan harta anak yatim secara zalim, sebenarnya mereka itu menelan api sepenuh perutnya dan mereka akan masuk ke dalam api yang menyala-nyala (neraka).( An-Nisa' [3]: 10).
Kedua, ibadah dan kebaikannya tertolak (mathrud). Hal ini karena Allah SWT adalah Allah Yang Mahasuci. Ia tidak akan menerima kecuali hamba-Nya yang suci. Pemakan barang haram, karena kotor tak mungkin mendapat ridha Allah, meski ia beribadah siang dan malam. Sabda Rasulullah SAW, ''Siapa makan barang haram, maka Allah tidak akan menerima semua ibadahnya, wajib maupun sunat.'' (HR Dailami)
Larangan kedua, berfoya-foya atau berpuas-puas diri harus pula dijauhi karena hal ini mengandung keburukan-keburukan yang amat banyak. Imam Ghazali menyebutkan sepuluh keburukan. Di antaranya, hati orang yang berbuat berfoya-foya menjadi keras dan mati. Ibarat tanaman, kalau terendam banjir, ia pasti mati. Berikutnya, ia cenderung lapar dan cenderung melakukan hal-hal yang dilarang oleh Allah. Berikutnya lagi, ia cenderung malas beribadah. Karena terlalu kenyang, ia menjadi berat hati dan malas melakukan kebaikan-kebaikan.
Dengan Puasa
Saat ini kita berada dalam bulan suci Ramadhan, Ramadhan disebut dengan syahr Tarbiyah, bulan pendidikan, atau bulan pelatihan, yaitu mendidik dan melatih manusia untuk mampu mengendalikan diri (nafsu)-nya.
Secara umum, para fuqaha mendifinisikan bahwa puasa adalah kegiatan menahan diri dari makan, minum dari mulai terbit fajar hingga terbenam matahari. Jadi konsep dasar puasa memang untuk perut. Bukan berarti mengenyampingkan yang lain, sebab jika hal ini tidak bisa dikendalikan, maka nafsu selainnya juga tidak akan terkendali ketika berpuasa. Seperti seseorang yang mampu menahan pandangannya ketika puasa, sementara ia tidak mampu menahan perut, seperti makan, minum, jelas puasanya batal.
Semoga puasa yang kita lakukan dapat memberikan kekuatan kepada kita untuk senantiasa mampu mengendalikan nafsu perut sesuai dengan perintah Allah, bukan hanya ketika berpuasa tetapi dalam setiap langkah kita menelusuri jalan pendek di dunia ini, sebagai langkah awal untuk senantiasa menyucikan diri.

Jumat, Juni 18, 2010

AWAS !, PIALA DUNIA, ‘MENENDANG’ PALESTINA



Terhitung semenjak tanggal 11 Juni 2010, pesta sepak bola piala dunia telah dimulai. Hampir semua sorot mata manusia, memfokuskan perhatian pada ‘hajatan’ empat tahunan ini, tak terkecuali mereka yang negaranya tidak lolos untuk mengikuti kompetisi, Indonesia, misalnya. Mereka larut dalam pesta bola, mendukung Negara yang mereka unggulkan, sekalipun harus bergadang hingga larut malam.Selain itu, media masapun ikut berperan aktif dalam ‘memprovokasi’ mereka agar tidak mengalihkan perhatian pada piala dunia, yang kali ini diselenggarakan di Afrika Selatan.

Hal itu dibuktikan dengan dimuatnya berita-berita seputar piala dunia di halaman utama. Terlebih lagi, ketika yang mengalami kekalahan/imbang adalah tim-tim unggulan semacam Inggris, bahasa yang digunakan semakin provokatif, sehingga para penikmat berita, semakin penasaran dibuatnya, yang kemudian menimbulkan keinginan untuk selalu mengamati dan mengamati proses jalannya pertandingan demi pertandingan. Tidak cukup di situ, yang dijadikan tema sentral dalam setiap bahasan, diskusi di warung, tempat umum adalah hal-hal seputar bola. Fenomena macam ini tentu saja sangat mengkhuatirkan, terkhusus terhadap permasalahan politik dunia yang sedang berkembang, terutama di Palestina. Sebagaimana telah jamak diketahui, di tengah-tengah kehidupan yang -katanya- sarat akan demokratis ini, nun jauh di sana, terdapat sebuah negeri yang masih mengalami penindasan/penjajahan oleh zionis Israel, yaitu Palestina. Jutaan warga negaranya setiap saat bisa terancam. Kasus penyergapan kapal Mavi Marmara beberapa waktu lalu, sempat membuka mata dunia, betapa Israel sejatinya bersikukuh untuk memusnahkan negeri para Anbia’ ini dari peta dunia, hatta para relawan misi kemanusiaan yang membawa bahan bantuan, pun harus disergap dan dizarah isi kapalnya. Sungguh sangat memilukan!.Kalau saja para masyarakat dan media masa dunia lebih terpesona dengan menyajikan berita seputar piala dunia, dan ‘menganaktirikan’ berita yang ada di Palestina, bisa jadi para zionis Israel secara diam-diam mengadakan makar untuk menyerang/membantai para warga di sana (Gaza), sedangkan kita tidak mengetahui gelagat tersebut, dikarenakan terperdaya oleh hiruk-pikuk gemerlap piala dunia. Alhasil, palestina merana (tanpa sepengetahuan kita), sedangkan kita sendiri asyik menonton piala dunia seraya berteriak “goal!”, ketika bola bersarang ke salah satu gawang salah satu kesebelasan. Tentu saja kita (umat Islam) tidak menghendaki peristiwa ini akan terjadi. Tapi, hal ini bukanlah suatu yang mustahil, di tengah sorotan media internasional saja, mereka (Israel) berani membajak kapal misi kemanusiaan untuk Gaza yang terdiri dari 700 relawan dari 50 negara, apa lagi, dalam situasi saat ini, media masa dan masyarakat dunia tengah ‘konsentrasi’ memperhatikan perhelatan piala dunia. Tragedi bombarder yang dilakukan oleh Israel di Gaza, pada penghujung 2008 silam, juga bisa dijadikan bukti lain, yang mengharuskan kita untuk berantisipasi akan terjadinya pristiwa berdarah untuk yang kesekian kalinya.
Sebab itu, janganlah kita lalai untuk memperhatikan urusan kaum muslimin di sana (Gaza), hanya karena bola. Dan iringilah mereka dengan do’a, (sebuah upaya minimal) agar Allah membebaskan mereka dari cengkraman musuh-musuh, zionis Israel, dan sekutu-sekutunya, sehingga lahirlah negara Palestina yang berdaulat, makmur, dan sejahtera. Ingat ancaman Rosulullah, bahwa siapa saja yang tidak pernah memikirkan perkara-perkara kaum muslimin, maka mereka bukanlah termasuk dari golongan agama ini (Islam). Wallahu’alam bis-shawab

Selasa, Mei 11, 2010

Indonesia Menuju Kehancuran

Pemilihan Bupati (Pilbup) yang akan diadakan oleh beberapa daerah di Indonesia sudah semakin dekat. Bursa pemilihan calon pemimpin tingkat kabupaten ini mulai di ramaikan oleh para Calon Bupati (cabup) dan Calon Wakil Bupati (cawabup) dari berbagai latar belakang dengan kendaraan Partai Politik (parpol) masing-masing.
Naifnya, di beberapa daerah, ada beberapa partai politik justru mengusung cabup dan cawabup dari kalangan artis seronok erotis. Sekedar menyebut nama mereka adalah Julia Perez cawabup Pacitan, Inul cabup Malang, dan Ayu Azhari cawabup Sukabumi bahkan Maria Eva yang pernah tersandung kasus ‘Video mesum” menjadi cabup kabupaten Tanah Karo.

Terpilihnya mereka menjadi cabup ataupun cawabup bukanlah tanpa alasan, mengingat satu sisi parpol sudah berkali-kali mencalonkan atas dasar kualitas, namun tetap gagal. Kenyataan inilah yang membuat parpol bingung dan berpikir ulang bahkan mereka menjadi cenderung pragmatis dengan memilih figur yang telah dikenal masyarakat, dan pilihannya jatuh pada artis atau selebritis.
Pragmatisme politik dengan memilih calon pemimpin hanya mengutamakan popularitas jelas tidaklah benar. Mengingat dalam Islam memilih pemimpin adalah hal yang prinsip sehingga tidak bisa memilih pemimpin asal-asalan.
Al baqillani seorang tokoh pemikir politik Islam mensyaratkan bahwa pemimpin haruslah yang terbaik diantara yang ada. Artinya, seorang pemimpin itu haruslah orang yang memiliki kompetensi dalam bidang kepemimpinan juga memiliki akhlak yang terbaik diantara yang lain.
Kasus pengangkatan artis seronok erotis menjadi cabup dan cawabup di beberapa daerah di Indonesia jelas sebuah kesalahan, karena bukan hanya mereka itu adalah wanita, tetapi mereka juga tidak memiliki kompetensi dalam bidang kepemimpinan bahkan mereka memiliki latar belakang artis seronok, porno yang sangat tidak patut untuk dijadikan uswah.
Jika mereka benar-benar terpilih menjadi bupati atau wakil bupati di daerahnya masing-masing maka dampak yang harus kita waspadai adalah tren parpol mengangkat artis seronok erotis bahkan bintang porno akan semakin menjadi-jadi. Sehingga bukan mustahil suatu saat bursa penilihan calon pemimpin di negeri ini diramaikan oleh mereka yang termasuk dalam golongan orang-orang popular tetapi tidak memiliki kapabilitas dalam memimpin. Sehingga bukan mustahil jika Indonesia kedepan akan menuai kehancuran.
Rasulullah SAW berabda; barang siapa yang menyerah suatu urusan bukan pada ahlinya maka tunggulah kehancurannya.

Selasa, Maret 16, 2010

Aktifkan Kembali Posyandu

Sejak terjadinya krisis mulai tahun 1997 hingga saat ini, kualitas hidup perempuan dan anak masih belum menunjukan peningkatan yang berarti, terutama dibidang pendidikan, kesehatan, ekonomi, politik, dan hukum serta perlindungan dari tindak kekerasan dan perdagangan orang.
Fenomena tersebut bukanlah tanpa sebab, mengingat saat ini sangat minim atau bahkan bisa dikatakan tidak ada lembaga yang memediasi usaha-usaha pemberdayaan perempuan dan anak dalam rangka peningkatan kualitas hidup.

Pada masa pemerintahan Orde Baru ada program Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) yang biasa kita kenal dengan istilah Posyandu, sebuah lembaga masyarakat yang diharapkan sebagai upaya penghapusan kesenjangan kondisi dan peran antara perempuan dan laki-laki. Di samping itu, pemerintah memberikan fasilitas kepada lembaga kemasyarakatan dalam rangka dukungan terhadap seluruh aktifitas yang dilakukan mereka dalam upaya penguatan lembaga dan jaringan serta kemitraan untuk peningkatan kesejahteraan dan perlindungan perempuan dan anak.
Idealnya model program pembentukan SDM yang baik ini terus diperbaiki dan disempurnakan kemudian diperbaharui secara terus menerus sesuai dengan perkembangan keadaan, bukan dipukul rata untuk diabaikan atau bahkan dihilangkan karena dianggap sebagai produk Orde Baru.

Tradisi Ilmu, Kejatuhan dan kejayaan Suatu Bangsa

Tidak dapat dipungkiri bahwa kaum muslimin sangat maju karena tradisi Ilmunya, bahkan kejayaan ilmu pengetahuan dijaman kejayaan Islam telah mempengaruhi secara signifikan pertumbuhan peradaban barat. Tapi kini umat Islam terjatuh, menjadi bangsa yang tidak disegani bahkan menjadi bulan-bulanan bangsa barat, hal ini mirip dengan apa yang di isyaratkan Nabi 14 abad silam “akan datang suatu masa dimana umat islam ibarat makanan yang diperebutkan”.

Milik Islam
Tradisi ilmu dalam Islam sebenarnya telah diproklamirkan sejak ayat pertama dalam al Qur’an diturunkan. Iqro’, ‘Bacalah” telah merubah sahabat-sahabat Rasulullah dari orang–orang jahiliyyah yang suka mabuk-mabukan, berzina, dan berleha-leha menjadi pemimpin besar dunia yang sangat disegani diseluruh kawasan dunia saat itu.
Pada masa itu tradisi baca dan menulis sangat hidup. Tiap ayat yang diturunkan pada Nabi, segera diajarkan kemudian dihapalkan bahkan Nabi menunjuk Ali bin Abi Thalib, Zaid bin Tsabit dan sahabat yang lain untuk menuliskan setiap ayat al-Qur’an yang turun pada beliau. Bahkan pada masa awal permulaan Islam, tradisi membaca dan menulis menjadi symbol kemuliaan. Ibnu saad mengatakan bahwa orang yang sempurna adalah orang yang dapat menulis, berenang dan melempar panah.
Hal lain yang membuktikan betapa pentingnya budaya baca tulis bagi umat islam adalah, pasca perang badar kubro dimana pada saat itu umat Islam mengalami kemenangan besar, selain harta rampasan perang umat Islam juga berhasil menawan beberapa tentara dari kaum quraisy. Satu hal yang menakjubkan terjadi pada diri Rasulullah beliau memberikan jaminan kebebasan bagi para tawanan yang dapat mengajarkan baca tulis bagi penduduk Madinah.
Semangat para sahabat Nabi dalam mencari Ilmu semakin tinggi, berkat pemahaman terhadap al-Qur’an yang dalam banyak ayat memerintahkan pada umatnya untuk senantiasa menggunakan akalnya. Juga dalam ratusan hadits Nabi berisi pujian terhadap orang-orang yang berilmu. Diantaranya sabda Rasulullah SAW: “Barang saiapa pergi mencari ilmu, maka Allah akan memudahkan jalannya ke Surga”. (HR Imam Ahmad).
Dalam sebuah riwayat disebutkan bahwa banyak sahabat yang tinggal di suffah (asrama tempat belajar) jumlah mereka mencapai 900 orang, mereka mempelajari dan metafakkuri setiap ayat yang turun juga hadits-hadits Nabi SAW. Tempat ini ibarat Universitas tempat dimana kaum muslimin menggali ilmu-ilmu keislaman.
Setelah itu, generasi berikutnya juga demikian: Abu bakar Al Anbari membaca setiap pecan sebanyak 10 ribu lembar, sehingga beliau sering sakit dan membawanya pada kematian. Ibnu Al Jauzi menulis lebih dari seribu judul buku. Imam Ahmad pernah menempuh perjalanan ribuan kilometer untuk mendapatkan satu hadits. Imam Syafi’i pernah terjaga semalaman sampai tiba waktu fajar demi mempelajari saru hadits dan satu masalah, begitu juga Al Mizzi, Ibn Katsir, Ibn al Qayyim al Jauziyyah, Ibnu Hajar, al Suyuthi dan ulama besar lainnya, menyisihkan lebih dari 15 jam per hari untuk membaca dan menulis, sehingga melahirkan karya-karya yang monumental setingkat Ensiklopedi.
Wajarlah jika islam pada saat itu menjadi peradaban maju dan kuat karena ditopang oleh manusia-manusia kuat dalam membiasakan tradisi keilmuan dalam kehidupan sehari-hari.
Kejatuhan dan Kejayaan
Prof. Moh Nur Wan Daud menyatakan bahwa kaejayaan atau kejatuhan suatu bangsa tergantung pada kuat atau tidaknya budaya ilmu bangsa itu. Hal ini dapat dibuktikan bahwa suatu individu atau suatu bangsa yang mempunyai kekuasaan atau kekayaan tidak bisa mempertahankan miliknya atau mengembangkannya tanpa budaya ilmu yang baik. Bahkan ia akan bergantung pada orang kepada orang atau bangsa lain yang lebih berilmu. Salah satu contohnya adalah bangsa Yunani, hasil keilmuan bangsa ini mempunyai pengaruh sangat besar terhadap Roma yang nota bene memilki tentara dan rakyat yang lebih besar. Contoh lain, kita juga bisa melihat fenomena tentang Negara-negara minyak yang kaya raya, terpaksa terpaksa bergantung hamper semua aspek penting kehidupan negaranya kepada Negara lain yang lebih maju dari segi keilmuan dan kepakaran.
Di jepang, pendidikan adalah jalan terpenting untuk mendaki tangga kesuksesan. Para remaja dan pelajaran disajikan dengan kisah-kisah keberhasilan orang-rang dari timur dan barat. Contohnya buku “Yukichi Fukuzawa”, galakkan Belajar. Dijual sebanyak 600.000 eksemplar pada tahun 1882. dalam buku itu dijelaskan bahwa; Manusia tidak dilahirkan mulia atau hina,kaya atau miskin, tetapi dilahirkan sama engan yang lain. Barang siapa yang gigih belajar dan menguasai ilmu dengan baik akan menjadi mulia dan kaya, akan tetapi mereka yang jahil akan papa dan hina.
Jadi, tidak ada kata lain bahwa kebangkitan Islam, kebangkitan Negara, masyarakat atau individu muslim mesti dimulai dengan kebangkitan budaya ilmu. Karena kepemimpinan yang benar adalah kepemimpinan berpikir, bukan kepemimpinan ekonomi militer. Peradaban dunia saat ini yang mengunggulkan kepemimpinan ekonomi atau militer, maka hasilnya kita lihat adalah peradaban yang jauh dari nilai-nilai kemanusiaan. Banayak Negara yang egois dengan nasionalismenya Negara masing-masing, sehingga rela memperdaya Negara-negara lain.
Jadi, jangan bermimpi umat Islam akan memimpin dunia, bila tradisi ilmu belum membudaya dalam masyarakat Islam sendiri

Jumat, Maret 12, 2010

Menanti Figur ‘Wali’ di Pilwali Surabaya

Pemilihan Walikota (pilwali) Surabaya baru akan dilaksanakan pada pertengahan tahun 2010, namun, bursa calon dan hal-hal yang berbau kampanye, mulai terasa dalam beberapa bulan terakhir ini. Hal tersebut bisa dilihat dari banyaknya baliho besar dan spanduk calon Walikota dan Wakil Walikota yang terpampang di sudut-sudut jalan kota Surabaya.
Selain itu, momen lima tahunan ini banyak mengundang perhatian masyarakat Surabaya, karena peluang untuk mendapatkan pemimpin baru sudah dekat. Masyarakat Surabaya berharap Pemilihan Walikota 2010 akan membawa perubahan yang mendasar bagi mereka. Mungkinkah?

Walikota Idaman
Kata “perubahan” menjadi kata kunci yang memicu masyarakat Surabaya antusias menyongsong hajatan ini. Hal ini bisa kita maklumi karena Surabaya adalah kota Metropolitan dengan segudang permasalahan dan memerlukan solusi-solusi cerdas serta komprehensif untuk mengatasinya.
Untuk itu dalam pilwali ini diharapkan muncul calon yang memang benar-benar mampu melihat situasi, menginventarisasi masalah, dan merumuskan serta mewujudkan solusi. Selain itu, yang lebih penting lagi calon walikota itu harus benar-benar ‘wali’, yaitu orang yang sangat menjaga ketaatan kepada Allah SWT, sehingga senantiasa mendapatkan pertolongan Allah Swt.
Tapi, siapakah wali itu?”Ingatlah! Sesungguhnya wali-wali Allah itu tidak merasa takut dan sedih. Mereka adalah orang-orang yang beriman dan selalu bertakwa. Bagi mereka berita gembira dalam kehidupan dunia dan kehidupan akhirat,” (QS Yunus ayat 10). Dari ayat tersebut, wali adalah orang yang beriman kepada Allah dan apa yang datang dari-Nya (yaitu Al Qur’an dan Hadits), memegang teguh syariat-Nya.
Ibnu Katsir rohimahulloh menafsirkan bahwa para wali Allah adalah orang-orang yang beriman dan bertaqwa. Siapa saja yang bertaqwa maka dia adalah wali Allah (Tafsir Ibnu Katsir, 2/384).
Dari ayat di atas telah jelas apa dan siapa wali itu, tapi pertanyaan selanjutnya adalah mengapa harus wali? Apa urgensinya jika pucuk pimpinan kota surabaya ini di pegang oleh orang yang bertipe wali?.
Dalam Hadits yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah Rasulullah SAW bersabda, Sesungguhnya Allah SWT berfirman
” Barang siapa yang memusuhi para Wali-Ku maka Aku menyatakan perang kepadanya. Tidaklah hamba-Ku mendekati-Ku dengan sesuatu yang lebih Kucintai daripada apa yang telah Aku wajibkan. Hamba-Ku tidak henti-hentinya mendekati Aku dengan Ibadah sunah sehingga aku mencintainya, maka ketika Aku mencintainya Aku menjadi pendengarannya yang ia gunakan untuk mendengar, menjadi penglihatannya yang ia gunakan untuk melihat, menjadi tangannya yang ia gunakan untuk berbuat, dan menjadi kakinya yang ia gunakan untuk berjalan. Seandainya ia meminta kepada-Ku niscaya akan Ku-beri seandainya dia memohon perlindungan-Ku pasti Aku akan melindunginya”
Hadits Qudsi diatas menjadi jawaban akan pentingnya seorang pemimpin berfigur wali, karena, sikapnya yang senantiasa menjaga diri dari dosa dan maksiat, hati-hati, serta selalu mendekatkan diri pada Allah SWT sehingga Allah-lah yang menjadi Penjaganya. Allah mengatur hati dan jasadnya sehingga ia menjadi pemimimpin yang taat kepada Allah SWT.
Disaat dirinya sudah senantiasa dekat dengan Allah, maka selanjutnya dia menginginkan agar seluruh rakyatnya memilki ketaatan yang sama seperti yang telah ia amalkan, kemudian ada usaha yang dilakukan dengan terus-menerus untuk merealisasikan keinginan ini secara istiqomah, maka tidak mustahil nantinya akan telahir masyarakat Madani yang tidak hanya taat pada hukum Allah SWT tetapi juga taat pada hukum Pemerintahan, pada akhirnya akan terbentuk Masyarakat yang Baldatun Toyyibatun Warabbun Gofur.
 
Pilah Lalu Pilih
Pemilihan Walikota Surabaya akan menjadi even yang sia-sia bila masyarakat tidak menyadari akan pentingnya seorang pemimpin. Mengingat dalam satu dekade diberlakukan pemilihan secara langsung (baik Pemilihan legislatif maupun eksekutif), selalu diakhiri dengan dominasi golongan putih (tidak memilih).
Majelis Ulama Indonesia (MUI) sudah sampai pada kesimpulan bahwa memilih pemimpin yang memiliki kriteria di atas (sesuai dengan syari’at) itu wajib bagi Umat Islam. Oleh karena itu, selayaknyalah bagi masyarakat Surabaya yang sebentar lagi akan menghadapi pilwali untuk melihat/meneliti background dari para cawali dan cawawali yang ada, kemudian pilihlah mereka yang sekiranya memiliki kriteria-kriteria yang telah dijelaskan di atas. sehingga, kelak kemudian hari, ketika di antara mereka telah menjadi pejabat, mereka benar-benar mencerminkan sosok ‘wali’ Allah yang memimpin kota metropolitan ini dengan adil dan jujur.

Minggu, Februari 21, 2010

Arti Angka Satu, Page Rank Ku

Sebagai blogger, Tiga hari vakum tanpa Posting, tanpa Blogwalking, serasa telah melalaikan kewajiban:D. Dengan alasan melaksanakan kewajiban Akademik (PKL), saya lupakan Blogsphire untuk sementara waktu. PKL memang menyita segalanya, bayangkan saja 06.30 masuk kemudian 15.00 baru keluar, selama 9 jam saya harus berkonsentrasi menyerap ilmu Administrasi, dari administrasi Perkantoran, hingga ke administrasi keuangan. Jenuh memang, tapi apa mau dikata, ambil jurusan Manajemen itulah resikonya.
Satu hari dikuat-kuatin, dua hari disabar-sabarin tapi dihari ketiga tak kuat rasanya untuk menahan agar tidak pergi ke Warnet untuk bergabung kembali di Blogsphire, kembali otak-atik blog, menambah postingan dan tebar komentar sana-sini.

Ditengah asyiknya otak-atik blog. menghias, menambah, memindah dan menggati widget, diri ini dikejutkan dengan nongolnya angka satu di symbol Page Rank yang sejak tiga bulan yang lalu tidak pernah beranjak dari angka Nol.
Ya, saya benar-benar kaget…!, Gimana tidak? Ibarat Petani dimusim hujan, naiknya page rank saya, memberikan semangat yang berlipat-lipat untuk tetap eksis di Blogsphire.
Saya tidak tahu bagaimana dengan sobat blogger, apakah merasakan hal yang sama ketika menghadapi kenaikan page rank seperti yang saya alami sekarang.
Walaupun ada sebagian blogger mengatakan page rank bukanlah segalanya di Blogsphire, tapi system rangking blogger ini,tetap sangat berarti bagi saya sebagai pemula: D

Senin, Februari 15, 2010

Pagar Istana, Urgen atau Dramatisasi Kepentingan

Kurang peka, itulah kira-kira kesan yang ditunjukkan pemerintah kita akhir-akhir ini. Ditengah semakin merosotnya tingkat kepuasan public terhadap kepemimpinan Sby-Boediono (www. VIVAnews.com, Sabtu, 23 Januari 2010), mereka justru kembali menghambur-hamburkan uang Negara hanya untuk mebangun pagar Istana Negara.
Tidak tanggung-tanggung, anggaran yang di gunakan mencapai Rp 22,581 M. Dana sebanyak itu digunakan untuk, penyediaan dana keperluan renovasi pagar halaman dan pemasangan alat sekuriti di lingkungan Istana Kepresidenan.

Memperburuk citra
Menurut peneliti hukum dan politik anggaran Indonesia Budget Center (IBC) Roy Salam, menggunakan biaya sebesar 22,581 M untuk membangun pagar Istana itu sangat berlebihan. mengingat, jika di bandingkan dengan pembangunan pagar Monas yang luasnya mencapai 3 kali lipat Istana Presiden, hanya menghabiskan dana sebesar Rp 10 miliar. Patut dipertanyakan mekanisme tendernya bagaimana, karena proyek ini dilakukan tidak transparan
Tidak bisa di pungkiri, keamanan Istana sangatlah penting, namun membangun system proteksi dari Ancaman terhadap Istana ini, terlalu berlebihan. Mengingat terorisme identik dengan fasilitas asing ketimbang simbol-simbol negaranya sendiri. Selain itu Polri dan pihak Istana juga bisa berkoordinasi untuk lebih mengamankan Istana dan sekitarnya.

Ibarat menyiram api dengan bensin pembangunan pagar istana bukanlah solusi. Justru dengan cara menutup diri seperti ini akan menimbulkan kesan negative pemerintah dimata masyarakat, kecurigaan bahkan mungkin kebencian yang berujung pada terror dan tindak kekerasan. 

lupakah pemerintah dengan tragedi 11 september 2001, kurang canggihkah system keamanan Menara kembar (WTC) saat itu, sehingga dengan mudahnya kedua bangunan super ini diluluhlantakan dengan apa yang mereka sebut Terorris.
Pertanyaan yang terpenting adalah apakah membangun pagar Istana yang menghabiskan biaya super jumbo itu lebih baik dari pada system keamanan yang diterapkan di Word Trade Center?
Bangun Kembali
Umar bin Khattab adalah contoh tipelogi Pemimpin yang amanah, sebagai salah satu wujud sikap amanah beliau memilki sebuah ‘tradisi’ yang tidak semua pemimpin mau melakukannya. Apa itu?. Dia suka berkeliling –pagi, siang atau malam untuk memantau perkembangan dan keadaan dari masyarakat yang dipimpinnya. Saat memantau, dia lebih suka berkeliling sendiri tanpa pengawalan, bahkan dia sangat berani mengambil resiko untuk menyamar. Sehingga masyarakat yang ditemuinya tidak tahu bahwa yang sedang bersama atau kadang berbincang dengan mereka itu adalah seorang Khalifah bernama Umar bin Khattab RA.
Umar bin Khattab RA adlah pemimpin/ Pejabat yang sangat sadar bahwa kelak amanah itu harus dipertanggungjawabkan di “hari Akhir”. Sehingga Umar terbiasa dengan kegiatan berkeliling kota, sendirian. Ketika rata-rata penduduk Madinah terlelap tidur. Untuk mengetahui barangkali ada warga yang lapar, sakit, atau didzalimi pihak lain. Dia khawatir barangkali ada urusan orang yang luput dari perhatiaannya, sedangkan kelak Allah akan menanyainya tentang hal itu.
Ibrah yang dapat diambil dari sepenggal riwayat Umar diatas adalah bahwa seorang pemimpin Ideal adalah pemimpin yang sadar bahwa amanah yang digenggam sebagai pemimpin, pada saatnya akan dimintai pertanggung jawaban, sehingga yang ada dalam benak dan pikirannya adalah bagaimanapun caranya, demi kesejahteraan rakyat , harta benda, jabatan bahkan nyawa sekalipun, siap dikorbankan.
Demi melihat pemimpin yang hidup dan matinya dikorbankan, benar-benar untuk rakyat. Maka rakyat pun akan semakin percaya kepada pemimpinnya. Disaat kepercayaan itu sepenuhnya diberikan, bersamaan dengan itu rasa aman juga akan terwujud.
Itulah mengapa pada saat Umar menjadi Khalifah, beliau tidak butuh pengawalan apalagi pagar Istana karena memang tidak tinggal di Istana, sehingga dalam kehidupannya sebagai Khalifah dia tetap dekat dengan rakyat.

Di tengah kondisi rakayat yang sangat membutuhkan perhatian, pengayoman, kepedulian dan kepekaan social dari pemerintah, sudah seharusnya pemerintah menyelenggarakan pemerintahan yang benar-benar pro-rakyat. Pengentasan kemiskinan, penanggulangan bencana alam, mempererat kesatuan, menghindari perpecahan dan penegakkan keadilan seharusnya menjadi program pemerintah yang harus lebih dulu dan diutamakan.
Dengan adanya program-program pemerintah yang betul-betul pro-rakyat yang disertai dengan niat tulus ikhlas (tanpa pamrih), maka tingkat kepuasan dan tingkat kepercayaan amanah serta rasa hormat rakyat kepada pemerintah pasti akan terwujud. Dan tentunya, dengan ini semua, pemerintah akan terjamin keamanannya. Jangankan terror kekerasan, selentingan-selentingan senewen ala Si buya-pun tidak mungkin akan terdengar kembali.

Senin, Februari 08, 2010

Kenaikan gaji Pejabat :Pro-Rakyat Cap Apa?

Hidup Mewah, Itulah kira-kira gambaran bagi mereka yang dapat menduduki posisi sebagai Pejabat Negara, sehingga orang berlomba-lomba ingin menjadi pejabat di Negara ini. Lihat saja contohnya: Baru 100 hari bekerja, para Menteri (Plus sejumlah pejabat tinggi lainnya) mendapat fasilitas mobil dinas baru dengan bandrol mencapai 1,3 M, kemudian, dalam hitungan hari “ketiban durian” lagi, pejabat Negara siap menerima tambahan gaji sesuai yang telah diputuskan DPR.
Tidak tanggung-tanggung, rencana kenaikan gaji Presiden hingga ke level menteri diperkirakan mencapai 20 persen. Sedangkan DPR menyepakati kenaikan gaji pejabat negara hanya 5 persen (Okezone.com, 29 Januari 2010).

Bukan Solusi
Pemerintah menjadikan “iming-iming” kenaikan gaji sebagai strategi untuk merangsang birokrat (Pejabat) supaya menjadikan pejabat bermoral tinggi, taat pada sumpah jabatan, dan dapat meningkatkan kualitas kerja pejabat serta menghindari praktik-praktik penyalahgunaan kekuasaan.
Tetapi Fakta dilapangan menyatakan lain, Wakil Koordinator Badan Pekerja Indonesia Corruption Watch (ICW) Emerson Yuntho menyatakan, sebagian besar (80 persen) perkara korupsi di Indonesia tergolong korupsi yang rakus (corruption by greed). Indikasinya, pelaku kasus tindak pidana korupsi lebih banyak yang memiliki jabatan daripada pegawai biasa yang melakukan korupsi karena terpaksa (corruption by need) (Jawa Pos 03 Februari 2010)
Dari fakta diatas bisa ditarik benang merah bahwa seorang pejabat yang terbiasa menyalahkan gunakan kekuasaan sebagai sesuatu yang wajar bahkan merupakan suatu keharusan, demi mendapatkan dan menghabiskan uang, kenaikan gaji 10-20 persen, tidak akan berimbas pada perubahan menjadi pejabat yang bermental amanat.
Menyalahi Undang-undang
Menurut Taufik Kiemas (Ketua MPR), Kenaikan gaji bagi para pejabat merupakan suatu hal yang wajar, karena, penghasilan pemerintah saat ini dinilai sudah cukup. Beliau juga menegaskan bahwa pertumbuhan ekonomi Negara saat ini sudah mencapai 8 persen, itu artinya bahwa pemerintah sudah memperhatikan rakyatnya.
Selain itu rencana kenaikan gaji pejabat yang dianggarka dalam APBN 2010 ini sanggup memenuhi anggaran untuk kenaikan para pejabat Negara, bahkan, anggaran pengadaan mobil baru pun, APBN masih mampu.
Tetapi permasalahannya bukan terletak pada mampu atau tidak mampu atau bias tidak bisa tetapi masalah pantas atau tidak, mengingat pada RAPBN 2010. Belanja bantuan sosial berkurang Rp 8,7 triliun dari besaran sebelumnya Rp 77,7 triliun. Hal ini terjadi karena Anggaran belanja pegawai yang diambil dari APBN menyebabkan turunnya besaran rencana belanja di pos subsidi dan bantuan sosial
Pada pos belanja subsidi, yang berkurang adalah subsidi pupuk bagi petani dan obat-obatan. Untuk pos belanja bantuan sosial, hampir dipastikan yang berkurang adalah alokasi untuk bantuan jaminan kesehatan masyarakat (jamkesmas).
Dengan kata lain rencana kenaikan Anggaran pada pos anggaran belanja pegawai, secara langsung akan berimplikasi kepada rakyat kecil. Hal ini sangat bertentangan dengan Undang-undang mengingat, bahwa, dana APBN milik Negara itu digunakan sebesar-besarnya untuk memenuhi kebutuhan rakyat.
Anjurkan Untuk selalu melihat kebawah
Rasulullah memerintahkan agar kita melihat orang-orang yang berada dibawah kita dalam masalah Dunia dan matapencaharian, Tujuannya tiada lain agar kita selalu bersyukur dengan nikmat Allah. Selalu qona’ah (merasa cukup dengan apa yang Allah karuniakan kepada kita) tidak serakah tidak pula iri dengki dengan kenikmatan orang lain.
”Lihatlah kepada orang-orang yang berada dibawahmu dan jangan melihat orang yang ada diatasmu, karena hal lebih patut agar kalian tidak meremehkan nikmat Allah yang telah diberikan kepadamu”. (Riwayat Muttafaqun ’alaih).
Gaji pejabat kita hari ini tidak bisa dikategorikan kecil atu kurang, bahkan bisa dikatakan berlebih. Coba kalau kita lihat secara lebih nyata, memang benar gaji presiden dan para birokrat tidak bisa menandingi gaji Gubernur BI yang mencapai Rp 162,2 juta per bulan, tetapi gaji Presiden yang mencapai Rp 62,74 juta perbulan, Sementara menteri Rp 18,64 juta per bulan apakah itu bisa dikatakan kurang atau tidak layak
belum lagi kalau kita Menilik dari laporan kekayaan penyelenggara negara (LKPN) kecenderungan pendapatan pejabat publik juga meningkat tiap tahun. Terlebih sebagian dari pejabat publik itu memiliki sumber penghasilan dari tempat lain.
Sekali lagi perlu ditegaskan, lihatlah yang dibawah, jangan melihat keatas. Dalam kondisi saat ini rakyat kita masih memerlukan banyak perhatian dan santunan dari serta bantuan dan dorongan dari pemerintah, dan bukan saat yang tepat para pejabat untuk meminta yang lebih dari yang sudah diberikan.

 
By Tatang Hidayat

Rabu, Februari 03, 2010

Dari Panitia FSDA Surya V, Untuk semua

“ Aku ingin mundur dari wasilah dakwah ini, aku sudah tidak kuat lagi menunaikan amanah yang semakin menyesakkan dadaku, aku sudah tidak kuat lagi menelan kekecewaan demi kekecewaan, batas kesabaranku telah habis “, kalimat itulah yang terlontar dari lisan salah seorang saudaraku yang biasanya terlihat tegar dan selalu mempersembahkan senyumnya setiap kali bersua denganku, tapi sore itu seolah kesedihannya telah menghapus semua lukisan senyum di wajahnya, seakan keputus asaan telah menyedot seluruh semangat dan harapannya. Untuk sejenak aku termenung, udara dingin yang sedari tadi membekap tubuh tak kurasa lagi. Ah....masih belum begitu lama, aku pun pernah berada pada posisi yang sama layaknya yang dialami saudaraku ini, saat itu pun begitu putus pengharapanku hingga aku pun benar-benar sudah tidak kuat lagi menanggung amanah ini dan seperti dia aku pun ingin mengakhirinya dengan cara keluar dari aktivitas ini. Aku melihat masalah yang dia hadapi pun sepertinya sama denganku, kepingan – kepingan kekecewaan dan keletihan yang akhirnya menjadi puzzle raksasa bergambar kata Putus Asa.

Kelelahan adalah sebuah efek yang wajar dari aktivitas yang berulang ulang, kontinu bahkan terkadang membosankankan. Keletihan adalah kenikmatan yang diberikan-Nya di sela-sela aktivitas kita karena kedatangannya membuat kita merasakan nikmatnya beristirahat, kedatangannya membuat kita memperoleh kesempatan untuk menarik nafas panjang sebelum kita kembali berlaga, namun adalah keletihan yang meraja yang akan membekap bara semangat, azam dan harapan, meredupkannya dan diam-diam memadamkannya. Oleh karenanya ketika kita bermain-main dengan keletihan, maka seyogyanya kita menjaga agar keletihan itu tidak menjadi penjara untuk perjalanan kita selanjutnya dan pada saat yang sama hendaknya kita selalu sadar akan keberadaann cawan-cawan yang berisi cairan energi yang senantiasa dihidangkan untuk kita. Sumber kekuatan yang akan membuat kita untuk tidak betah berkubang dalam lembah kefuturan, energi itu yakni keikhlasan dan indahnya ukhuwah.
Ketika kekecewaan dan keletihan bersemayam di dada maka menyadari kembali bahwa apa yang kita lakukan adalah sebuah usaha dan pengharapan besar kita untuk menggapai rahmat dan ridho Alloh SWT, akan mengembalikan kekuatan untuk bangkit. Keikhlasan adalah tidak berbesar kepala saat pujian mengguyur, begitu pun tidak berputus asa bilamana cercaan menghujam dan menghimpit, adalah keikhlasan tidak bergantung pada makhluk yang biasanya menjadi sumber kefuturan itu sendiri. Sebuah keikhlasan tidak mengenal kata lelah karena segala keluh kesah senantiasa dititipkan pada angin yang membumbungkan doa dalam sujud-sujud panjang kita.dan DIA senantiasa menyediakan “telinga”-Nya untuk kita.
Saat tubuh tidak lagi tegak, saat kaki mulai lemah, saat lisan mulai kelu untuk menyuarakan kebenaran, maka pada saat yang sama ada saudara kita yang memapah, saudara yang akan menopang kaki yang telah rapuh, dan menggantikan kita untuk bersuara lebih lantang. Senyumnya bagai oase dalam kegersangan jiwa kita, perhatiannya adalah penentram kegundahan kita, tausyiahnya adalah semangat baru yang disematkan pada diri ini. Karena dialah kita yakin bahwa kita tidak sendirian.
Andaikan saja kita layaknya sekuntum bunga edelweis yang terus mekar dalam kegersangan, terus mempersembahkan senyum dalam kesederhanaan dan kebersahajaannya, semangat abadi hidupnya dalam keterhimpitan. Ya... seperti halnya edelweis, tekad untuk memberikan sesuatu bagi kemaslahatan umat adalah ruh hidup itu sendiri sehingga ketika kita ingin keluar dari aktivitas yang menjadi media untuk tumbuh dan hidupnya ruh itu maka kita telah menyiapkan prosesi HARAKIRI untuk jiwa ini.

Selasa, Februari 02, 2010

Mari Sambut FSDA Surya V

Kondisi umat sekarang ini semakin lama semakin memburuk. Kemaksiatan terjadi dimana-mana serta semakin jauhnya umat islam dari Al-Quran dan Al Hadits. Oleh karena itu Lembaga Dakwah Kampus yang notabene bergerak dalam menyeru kebaikan dan mencegah yang mungkar, membutuhkan suatu sarana atau wadah yang dapat menguatkan dakwahnya sehingga dalam berdakwah di kampusnya akan terasa lebih mudah.
Sebagai bentuk koordinasi Lembaga Dakwah Kampus tingkat daerah, maka perlu dilaksanakan Forum Silaturrahim Lembaga di tingkat derah untuk merumuskan perkembangan dakwah dan peningkatan profesionalisme dakwah kampus. Sebagai Pusat Komunikasi Daerah (Puskomda) Surabaya dan sekitarnya

(Mojokerto, Sidoarjo, Lamongan, Madura, Tuban, Bojonegoro dan Gresik) Lembaga Dakwah Kampus (LDK) Jama’ah Masjid Manarul ’Ilmi (JMMI) Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya bersama 5 (lima) Badan Pekerja (BP) Puskomda Surabaya, yaitu Unit Kegiatan Kerohanian Islam (UKKI) Universitas Surabaya, Unit Kegiatan Masjid Baitul ’Izzah (UKMBI) Institut Teknologi Aditama Surabaya, Universitas Negeri Surabaya, Unit Kegiatan Kerohanian Islam (UKKI) Jamaah Nuruzzaman Universitas Airlangga Surabaya dan Unit Kegiatan Kerohanian Islam (UKKI) Universitas Dr. Soetomo dengan mengharapkan ridho Allah SWT mempersembahkan Forum Silaturrahim Lembaga Dakwah Kampus Daerah Surabaya Raya V (FSDA Surya V)
sebagai salah satu sarana mahasiswa untuk turut andil dalam memperbaiki kondisi umat dan bangsa ini serta turut serta dalam pembangunan umat menuju masyarakat madani.

Senin, Februari 01, 2010

Amankan ATM, Ingat 3M!

CYBER crime semakin mengkhawatirkan. Kasus yang terbaru adalah pembobolan ATM. Banyak pihak yang dirugikan dalam kejadian tersebut. Masyarakat yang tidak tahu apa-apa menjadi korban.
Tidak penting mencari siapa yang salah dalam hal ini. Yang penting adalah bagaimana cara menanggulanginya. Salah satu cara yang bisa ditempuh adalah mengingatkan kembali 3M (melihat, mengamati, dan menutupi). Cara tersebut biasa dibuat dalam bentuk stiker dan ditempelkan di dekat ATM.

Cara itu merupakan upaya menanamkan kewaspadaan pada masyarakat untuk mencegah kejahatan di ATM. Tiga M tersebut merupakan suatu prosedur ketika masyarakat hendak bertransaksi melalui ATM.

Semoga dengan cara itu kejahatan pembobolan ATM bisa dikurangi dan masyarakat tidak dirugikan lagi. Dengan demikian, masyarakat merasa aman dan nyaman ketika bertransaksi lewat ATM. (*)

Galih Puji Mulyadi , mahasiswa semester V Unesa Surabaya

Minggu, Januari 17, 2010

Google, ”Maha Guru, Abad Dua Satu”


Kalau ada guru, cerdas, menguasai mutidisipliner ilmu, memiliki banyak murid, keberadaan dan manfaatnya dirasakan oleh orang seluruh dunia, dialah Google, ya.. Google.
Google ibarat guru, dia adalah tempat semua orang didunia ini bertanya, dan dia dapat menjawab semua pertanyaan dalam hitungan kurang dari setengah detik dengan menampilkan lebih dari 1.3 milyar halaman web sebagai referensinya.
Apapun yang ditanyakan, masalah politik sosial budaya agama kedokteran teknologi, semua dapat dijawabnya dengan akurat dan dapat membahasnya dari berbagai macam sudut pandang.
serba tahu tapi tidak sombong, mudah ditemui kapanpun tanpa pernah mengucapkan “maaf saya sibuk” atau ”maaf saya tidak bisa diganggu”.
Usianya masih muda, dirintis oleh dua mahasiswa Ph.D. dari Stanford, Larry Page dan Sergey Brin, pada tahun 1998. itu berarti sekarang Google belum genap berumur 12 tahun, tapi dalam usia yang masih belia itu Google telah merespon lebih dari 100 juta permintaan pencarian dalam sehari. Dan ini juga berarti Google meiliki murid lintas Negara bahkan lintas Benua.
Sifatnya yang tidak sombong dan rendah hatinya dapat dilihat ketika dia ditanya siapa sih mesin pencari tercepat didunia ini, maka dia akan menjawab, maka dia akan menjawab mesin pencari tercepat didunia ini banyak, ada yahoo, MSN, Page Rank dan lain sebagainaya. Tapi yang tercepat ya tetap google, karena memang faktanya demikian.
Google juga pantas disebut Maha Guru, mengingat saat ini Google dengan Fasilitas Google Cendekianya telah menyediakan cara yang mudah untuk mencari literatur akademis secara luas. Anda dapat mencari di seluruh bidang ilmu dan referensi dari satu tempat.
makalah pree-reviewed, thesis, buku, abstrak, dan artikel, dari penerbit akademis, komunitas profesional, pusat data pracetak, universitas, dan organisasi akademis lainnya. Google Cendekia akan membantu Anda mengidentifikasi penelitian paling relevan dari seluruh penelitian akademis.
Dalam hal ini tentu bukan maksud penulis untuk melebih-lebihkan Google, karena penulis juga menyadari bahwa sepintar apapun Google apabila penulis tanya tentang kapan saya mati dan kapan saya mendapatkan jodoh, jelas sang maha guru ini tidak dapat menjawab karena Google, tidak berkopentensi dibidang Metafisika.
Dalam hal ini penulis hanya ingin menegaskan bahwa dari dulu sampai sekarang ada yang Maha Mengetahui, yang kemapuannya diatas segalanya, yaitu Allah SWT dan Wahyunya, yang mengetahui yang Fisik Maupun Metafisik
Selain itu google juga Guru yang kaya, ya sekali lagi dia adalah Guru yang kaya, karena selain dia menyediakan fasilitas Gratisan seperti Blogger.com, Gmail.com, Picasa dll dia juga menggaji sekian juta pengguna yang berkopetensi dengan Google Adsense.
Sekarang sudah jadi trend orang mencari uang dan memang kaya dengan hanya duduk didepan internet dan mengkses blog yana disediakan Google. Simplenya sih sudah diberi fasilitas gratis (tinggal bayar biaya internet) dibayar Pula. Siapa yang tidak mau..?

Senin, Januari 11, 2010

Nawala, Pahlawan Baru Indonesia


Nawala adalah sebuah nama program pemblokir situs porno gratis yang dirancang oleh Irwin Day dkk (programmer pengusaha warnet). Setelah tiga tahun bekerja, kini jerih payah mereka mulai membuahkan hasil. semua orang Pengguna internet yang ingin melindungi anaknya yang masih belum cukup umur dari situs porno berlomba-lomba mengakses DNS (domain name system) Nawala. meskipun proyek ini non-komersial dan cukup merepotkan, tapi mereka cukup puas, karena dapat menghasilkan sesuatu yang berguna bagi masyarakat luas.
Keberadaan Program seperti ini, sangat penting bagi Negara kita mengingat Indonesia saat ini berada di peringkat ketujuh negara pengakses situs porno. peringkat yang sangat memalukan bagi sebuah negara yang mayoritas penduduknya beragama Islam.
Tidak sesimpel namanya DNS Nawala kini dapat membantu pengguna internet menghindari akses ke situs-situs yang mengandung materi pornografi, judi, phising, dan malware (program virus perusak software).
sekarang DNS Nawala sudah digunakan oleh 50 juta user, baik di Indonesia maupun luar negeri.
Sebuah prestasi yang besar semoga dapat menjadi pahlawan yang dapat membantu merentas masyarakat Indonesia menjadi bangsa yang beradab

Minggu, Januari 10, 2010

Meluapnya API kebenaran Sejarah Indonesia.


Judul :API SEJARAH Buku yang akan Mengubah Drastis Pandangan Anda tentang sejarah Indonesia
Penulis : Ahmad Mansur Suryanegara
Penerbit : Salamadani Pustaka Semesta
Tebal : 584 Halaman.
Cetakan I : Juli 2009
Sejarah sebagai salah satu cabang Ilmu Sosial perlu mendapatkan perhatian serius dari Ulama, Santri serta Umat Islam Indonesia. Banyak karya sejarah Islam Indonesia dan Dunia Islam Umumnya, yang beredar disekitar kita. Namun, banyak pula isinya sangat bertentangan dengan apa yang di perjuangkan oleh Rasulullah, sahabat, khalifah, wirausahawan, ulama, waliyullah, dan santri, serta umat Islam. Apalagi dengan adanya deislamisasi sejarah indonesia, peranan ulama dan santri, serta umat islam di dalamnya ditiadakan. Atau tetap ada, tetapi di maknai lain.
Sebagai contoh, Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) yang kita peringati setiap tanggal 2 Mei, kabarnya diambil dari hari lahir Ki Hadjar Dewantara, pendiri Taman Siswo, 1922 M, yang pada awalnya merupakan perkumpulan kebatinan Seloso Kliwon, kalau ini benar, mengapa bukan hari lahir K.H. Achmad Dachlan pendiri Persjarikatan Moehammadijjah, 18 November 1912 M, sepuluh tahu lebih awal dari Taman Siswo, 1912. dan lagi pengaruhnya lebih meluas di seluruh kota di Nusantara, hingga saat ini persjarikatan Moehammadijjah yang sekarang kita kenal dengan Ormas Islam Muhammdiyyah berkembang menjadi salah satu ormas islam terbesar di Tanah air . Akibat deislamisasi penentuan Hardiknas, menjadikan K.H. Achmad Dachlan dan Persjarikatan Moehammadiyyah tidak terpilih sebagai tidak terpilih sebagai pelopor pendidikan Nasional.
Contoh lain, tentang masalah waktu masuknya Islam ke Indonesia, semestinya terjadi pada abad ke-7 M. Ternyata dituliskan sangat jauh berbeda waktunya. Diundur hingga abad ke-13 M, dan tidak hanya masalah waktu, tetapi juga dituliskan oleh Orientalis kehadiran Islam ditengah bangsa dan negara Indonesia dinilai mendatangkan perpecahan. Karena Islam dinilai banyak menimbulkan banyak kekuasaan politik islam atau kesultanan yang tersebar di seluruh nusantara, sehingga Imperialis Barat menemui kesukaran untuk menguasai Nusantara Indonesia, walaupun kekuasaan politik atau keradjaan Hindoe dan boeddha, tidak terdapat diseluruh pulau Nusantara Indonesia, tetapi ditafsirkan bangsa Indonesia saat itu mengalami zaman kejayaan dan keemasan.
Dan yang harus kita perhatikan lagi, bahwa, pelopor perlawanan terhadap penjajah Barat di Indonesia adalah Ulama atau Wali sanga dan para santrinya hingga Imperialis Barat; Kerajaan katolik Portugis dan kerajaan protestan Belanda selalu gagal untuk menguasai indonesia dengan politik Kristenisasinya, bukan keradjaan Hindoe-Boeddha, karena pada masa itu (1511 M-1619 M) kekuasaan politik Boeddha Sriwijaya dan Hindoe Madjapahit, keduanya sudah tiada.
API SEJARAH Buku yang akan Mengubah Drastis Pandangan Anda tentang sejarah Indonesia, berisikan fakta sejarah perjuangan Ulama dan Santri dalam menegakkan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Untuk standar karya sejarah buku ini kurang begitu mendetail, tetap tidaklah berhenti sampai disini. Para peminat sejarah pada penerbitan berikutnya, perlu menuliskan ulang dan melengkapinya.
Peristiwa yang terjadi ditengah bangsa indonesia hingga hari ini, hakiakatnya merupakan kesinambungan masa lalu yang telah iletakkan asarnya oleh ulama dan santri, oleh karena itu, Wal tandhur nafsun ma qaddamat li ghad, Perhatikanlah sejarahmu untuk hari esokmu (QS 59:18), semoga Allah merahmati, memberkahi dan menunjuki kta semua.

Indonesiaku Itu.......


Indonesia adalah negera terbesar ketiga di planet bumi ini, dengan luas 1,904,569 km2, terletak diantara benua Asia dan Australia dan diapit oleh Samudra Hindia dan Samudra Fasifik. Terdiri dari 17.508 pulau, Indonesia adalah negara kepulauan terbesar di dunia. di belah oleh garis khatulistiwa. dikarunia iklim tropis dengan dua musim yaitu musim kemarau dan penghujan. Indonesia juga merupakan negara dengan penduduk muslim terbanyak, namun ironis syariat yang berkaitan dengan islam tidak bisa ditegakkan disini dengan alasan indonesia adalah negara multikultural.
Ironis lagi indonesia selain negara berpenduduk muslim terbanyak juga negara terkorup ketiga juga pengakses situs porno terbesar ketiga, Indonesia juga Negara kaya dengan sumber daya Alam, dari aneka ragam tambang, minyak bumi, gas alam, juga hasil hutan dan hasil laut yang melimpah ruah, kembali lagi ironisnya penduduknya masih banyak di bawah garis kemiskinan, rebutan BLT, zakat, dan daging kurban terjadi disini. belum lagi gaya hidup yang hedonis, penyakit individualis juga mulai berkembang dengan pesat.
ya memang kalo saya ungkapkan betapa delimatiknya negara indonesia ini, tak akan cukup untuk di bahas disini. yang jelas menurut saya krisis multidimensial diatas karena memang indonesia termasuk negara sekuler, yang sebenarnya tidak sesuai dengan pancasila maupun UUD 1945. memisahkan agama dengan urusan negara adalah suatu penghiatan terhadap UUD 1945 dan Pancasila. juga menghianati apa yang telah diamanat para perintis Republik ini. jadi selama negara ini masih tetap menerapkan sistem pemerintahan yang sekuler maka negera ini akan tetap seperti ini atau malah bertambah hancur

Jumat, Januari 08, 2010

Asal Nama, Kota Jakarta


Kita tentu sangat mengenal kota Jakarta, karena Jakarta memang Ibu Kota Negara kita tercinta Indonesia, namun bila kita bertanya lagi apa sih arti dari kata Jakarta itu, dan bagaimana asal usulnya hingga menjadi nama Jakarta, hanya sedikit diantara kita yang mengetahuinya.
Jakarta pada zaman dahulu adalah sebuah Pelabuhan yang merupakan wilayah kekuasaan kerajaan Sunan Gunung Jati (Syarif Hidayatullah) dengan Nama Pelabuhan Sunda Kelapa, kemudian pada selanjutnya nama Sunda kelapa dirubah menjadi Jayakarta Oleh Fatahillah (22 Juni 1527 M atau 22 Ramadan 933 H).
Perubahan nama ini diangkat dari al Qur’an Surah al Fath Ayat 1; Inna Fatahna Laka Fathan Mubiina. Makna Fathan Mubiina adalah kemenangan Paripurna dan dalam bahasa Sanskerta kita kenal dengan Jayakarta. Dikemudian hari lebih dikenal dengan Jakarta.

Nama Jayakarta, melambangkan rasa syukur kepada Allah, atas kemenangannya dalam menggagalkan usaha penjajahan kerjaan Katolik Portugis, di Pelabuhan Sunda Kalapa. Selain itu peristiwa perubahan nama ini adalah sebagai bukti dari pada peran Wali Songo, Ulama dan Santri dalam melawan keputusan Paus Alexander VI dalam perjanjian Tordesilas, 1494 M. yang memberikan kewenangan pada Kerajaan Katolik Spanyol dan Portugis, untuk mempelopori menegakkan Imperialisme atau Penjajahan Barat atas dunia khsususnya Indonesia

Rabu, Desember 30, 2009

Indonesia adalah Negara Islam'.......?


Ada sebagian orang Indonesia yang mengatakan bahawa walaupun Islam adalah agama mayoritas penduduk Indonesia, tetapi Islam tidak dapat dijadikan konsep ideologi Negara menggantikan pancasila, mengingat Indonesia adalah Negara Multikultural, multi etnis, multi agama dan budaya, apa jadinya bila Islam dijadikan sebagai ideologi Negara. Hanya pancasila saja yang cocok karena pancasila dapat mewadahi dari semua aspirasi karan dianggap lebih netral.
Padahal dalam piagam Jakarta dengan tegas menyebutkan kelima sila dalam panca sila yang didalamnya dengan sangat gamblag menyatakan 7 kata ( dengan Kewajiban Menjalankan Syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya) yang menunjukan syariat islamlah yang diterapkan di Indonesia

BERSAMBUNG

Selasa, Desember 29, 2009

Bahasa Indonesia berasal dari Bahasa Melayu Pasar.


Bahasa Indonesia adalah bahasa persatuan yang menyatukan berbagai elemen bangsa Indonesia yang multi budaya, multi budaya, multi etnis dan multi bahasa, bahkan dalam teks Sumpah Pemuda dituliskan bahwa: Kami Poetra dan Poetri Indonesia mendjuoedjoeng bahasa persatoean, Bahasa Indonesia.ya seperti tulah fenomenanya bahwa bahasa Indonesia menjadi bahasa Nasional, bahasa resmi bangsa Indonesia, digunakan dalam forum resmi kenegaraan, alat komunkasi seluruh elemen bangsa ini
Coba kita bayangkan bagaimana jika tidak ada bahasa Indonesia, orang jawa akan akan menggunakan bahasa sanskerta untuk bicara dengan orang dayak, demikian pula orang dayak aklan menggunakan bahasa daerahnya untuk bicara dengan orang sunda, mungkinkan komunikasi akan terjadi dengan baik bila melihat kondsi seperti itu.
Kalau kita bicara asal usul bahasa Indonesia, beberapa ahli sejarah mengatakan bahwa bahasa melayulah yang menjadi ckal bakal bahasa indonesia, yang jad masalah adalah bahasa melayu apa. Prof. Dr. Zaenal Arifn dalam bukunya Cermat Berbahasa Indonesia mengatakan bahwa: Bahasa Indonesia Berasal dati Bahasa Melayu Kuno ini terbukti dengan ditemukannya beberapa Prasasti Peninggalan Kerajaan Sriwijaya, seperti Prsasati Talang Tuo (Palembang), Prasati Karang kapur di Bangka Barat dan Karang Brahi di Kabupaten Mrangin Jambi, yang bertulis Pra-Nagari dan berbahasa Melayu Kuno.
Teori kedua, tentang asal mula bahsa indonesia dikemukakan oleh Ahmad Mansur Surya Negara, dalam bukunya Api Sejarah Buku yang akan mengubah Drasts Pandangan Anda Tetang Sejarah Indonesia. Mengemukakan bahwa asal Bahasa Indonesia adalah bahasa melayu pasar, yaitu bahasa yang digunakan oleh para Wirausahawan di Pasar. Bahasa in ditulis dengan huruf arab melayu atau yang dikenal pula dengan huruf Jawi. Dan dikalanagan pemegang kekusaan politk Islam atau kesultanan digunakan sebagai bahasa diplomatik atau sebagai bahasa hubungan antarsultan atu raja, baik di Nusantara maupun manca negara
Dalam hal ini penulis tidak bermaksud untuk mengadukan atau mempertentangkan kedua teori diatas, namun penulis mencoba berusaha untuk mencari kebenaran diantara kedua teor ini sebagai bentuk keberpihakan penulis pada sebuah kebenaran;
Penuls mencoba membandingkan memperhatikan teori Prof. Zainal Arifin;beliau mengemukakan bahwa bahasa Indonesa bersal dar bahasa Melayu kuno Kerajaan Sriwjaya, yang ditulis diPrasati Talang tuo, prasati kota kapur dan Prasati karang Brahi dalam bentuk tulisan Pra-Nagari. Tapi beliau mengutip bunyi prasati keudukan yang bunyinya: Swastie Syre Syaka warsaateta 6o4 ekadasyii syuklapaksa wulan wiasyakha dapunta hyang naayik, di saamwan mangalap siddhayaatra di saptamie syuklapaksa wulan jyesta dapunta hyang marlapas dari minanga tamwan....inikan bahasa sankskerta agama hindu kerajaan Sriwjaya yang sudah diubah tulisannya dari tulisan Pra-Nagari kedalam bahasa Indonesia, kalau memang prasati kedukan itu berbahasa melayu kuno, tapi mengapa bunyi dari tulisan huruf indonesianya bukan bahasa melayu tetapi bahasa sanskerta.
Tapi kalau kita perhatkan secara seksama teori Ahmad Mansur Surya Negara sangat jelas walaupun tulisannya tulisan jawi atau tulisan arab melayu tetapi bunyi tulisan itu memang berbahasa melayu.
Bersambung.........

Senin, Desember 28, 2009

Luas Wilayah Nusantara kita ternyata...?


Begitu luasnya wilayah Indonesia sehingga matahari harus terbit sampai tiga kali, dampaknya Indonesia memiliki perbedaan tiga waktu, jelasnya adalah seperti ini; Waktu Indonesia Timur (WIT) matahari terbit lebih awal dua jam daripada Waktu Indonesia Barat (WIB), sedangkan Waktu Indonesia Tengah (WITA) matahari terbit satu jam lebih dahulu daripada Waktu Indonesia Barat (WIB).
Coba kita bandingkan, panjang batas ujung utara sampai dengan batas ujung selatan wiayah Indonesia, yaitu pulau Talaud sampai dengan pulau Rote itu sama dengan panjangnya dari inggris melampui Eropa hingga ke Irak. Dan panjang batas ujung barat hingga batas timurnya atau biasa kita kenal dengan istilah dari sabang sampai merauke itu panjangnya sama dengan dari Greewich London hingga Baghdad di Irak. Kemudian kalau batas utaranya kepulauan Talaut barada di Jerman sedangkan batas selatannya, pulau rote berada di Al Jazair.
Menurut R.G.M Soegondo dalam Ilmu Bumi Militer Indonesia, luas dartan Indonesia 1.904.305,7 Km² atau kalau kita genapkan mencapai 2000.000 Km². sama luasnya dengan jumlah luas Belanda, Belgia, jerman, Prancis, Italia dan Spanyol. Batas luas laut Indonesia menurut Deklarasi Djuanda, 13 Desember 1957, adalah 3.200.000 Km². sehingga luas Wilayah Indonesia daratan 2000.000 Km² dan lautannya 3.200.000 Km² menjadi 5.200.000 Km². tidak cukup sampai disitu Allah Anugerahkan kepada Indonesia daratan seluas itu dengan tanah yang subur, dan juga lautan yang seluas itu terkandung didalamnya sumber kekayaan laut yang tak terhitung nilainya. Yang harus dipikirkan dan dijadikan renungan adalah kemana Anugerah Allah tersebut sehingga kita tetap di peringkat dasar rangking kesejahteraan Dunia? Apanya yang salah, yang jelas tidak mungkin Allah salah menganugerahkan itu semua pada kita

Translate

English French German Spain Italian Dutch

Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

Shoutbox

Hidayat. Diberdayakan oleh Blogger.

Recent Comments

 

Copyright © 2009 Fresh Themes Gallery | NdyTeeN. All Rights Reserved. Powered by Blogger and Distributed by Blogtemplate4u .