
Ibarat tunas kebutuhan kita terhadap media informasi berkembang dalam proses yang bertahap. Kalau kita tilik kembali kebelakang (dulu) kebutuhan media kita terbatas pada hal-hal yang primer: informasi dari Koran, majalah, radio dan televisi merupakan kemewahan. Isinya pun sudah disetting sedemikian rupa, sehingga jangan harap kita dapat menentukan isi berita.
Namun, kini hal-hal yang dulu kita anggap sebagai kemewahan (barang-barang luks) pelan-pelan menjadi konsumsi massal, televisi, radio, dan komputer menjadi barang yang lumrah. Telepon genggam alias Hand phone yang mulanya jadi benda luks, sekarang ditenteng bahkan oleh tukang becak. Dan lebih fantastis lagi, kita telah diperhitungkan sebagai penentu isi media yang memiliki pengaruh luar biasa.
Media informasi kini menawarkan revolusi pribadi yang tak terpikirkan sebelumnya, dulu orang untuk menerima kabar famili yang jauh seberang sana memerlukan waktu berminggu-minggu melalui surat-menyurat. Kini orang tua yang anaknya kuliah di eropa sekalipun tidak perlu khawatir untuk terus memikirkan anaknya, tinggal tekan digit-digit angkan di hand phone si orang tua dapat memberikan petuah bahkan joke-joke segar dengan anaknya. Bahkan si ibu bisa memperhatikan jerawat anak melalui fasilitas video call yang tersedia pada HP yang beresolusi tinggi.
Dengan era yang disebut sebagai narsisme alias bangga diri, dengan semboyan jumawa; tak narsis maka tak eksis. Bagaimana kita hidup dan tumbuh dalam iklim seperti ini?.
Kita sebagai seorang muslim tentunya memiliki pandangan sendiri tentang problema ini, dengan mindset bahwa apapun didunia ini selama tidak bertentangan dengan apa yang telah ditetapkan oleh Allah dan rasulnya maka kita, tetap harus welcome terhdapnya. Media informasi selama itu dapat membantu kita dalam berdakwah dan menegakkan kalimat tauhid kenapa tidak? Computer, internet, hand phone, bahkan black berry sekalipun kalau kemanfaatannya lebih banyak bagi umat ini kenapa tidak digunakan, terlepas dari seruan boikot terhadap beberapa produk made in barat yang disinyalir berperan besar dalam imperialisme dunia barat terhadap islam yang diserukan saat ini,
tetapikan boikot itu tidak mesti menolak semuanya, dalam artian selama masih ada produk alternative kita harus memboikotnya, tetapi kalau memang tidak ada alternative lain sedangkan kemanfaatannya sangt dibutuhkan kita dalam memerangi mereka, besar ataupun kecil bentuknya kenapa masih ada yang enggan?.
Menarik sekali jikalau kita terus menerus belajar tentang fenomena apapun yang terjadi dalam hiruk-pikuk kehidupan ini. Tidak ada salahnya kalau kita buat semacam target. Misalnya : hari ini kita belajar tentang wajah. Wajah? Ya, wajah. Karena masalah wajah bukan hanya masalah bentuknya, tapi yang utama adalah pancaran yang tersemburat dari si pemilik wajah tersebut.
Ketika pagi menyingsing, misalnya, tekadkan dalam diri : "Saya ingin tahu wajah yang paling menenteramkan hati itu seperti apa? Wajah yang paling menggelisahkan itu seperti bagaimana?" karena pastilah hari ini kita akan banyak bertemu dengan wajah orang per orang. Ya, karena setiap orang pastilah punya wajah. Wajah irtri, suami, anak, tetangga, teman sekantor, orang di perjalanan, dan lain sebagainya. Nah, ketika kita berjumpa dengan siapapun hari ini, marilah kita belajar ilmu tentang wajah.
Subhanallaah, pastilah kita akan bertemu dengan beraneka macam bentuk wajah. Dan, tiap wajah ternyata dampaknya berbeda-beda kepada kita. Ada yang menenteramkan, ada yang menyejukkan, ada yang menggelikan, ada yang menggelisahkan, dan ada pula yang menakutkan. Lho, kok menakutkan? Kenapa? Apa yang menakutkan karena bentuk hidungnya? Tentu saja tidak! Sebab ada yang hidungnya mungil tapi menenteramkan. Ada yang sorot matanya tajam menghunjam, tapi menyejukkan. Ada yang kulitnya hitam, tapi penuh wibawa.
Pernah suatu ketika berjumpa dengan seorang ulama dari Afrika di Masjidil Haram, subhanallaah, walaupun kulitnya tidak putih, tidak kuning, tetapi ketika memandang wajahnya... sejuk sekali! Senyumnya begitu tulus meresap ke relung qolbu yang paling dalam. Sungguh bagai disiram air sejuk menyegarkan di pagi hari. Ada pula seorang ulama yang tubuhnya mungil, dan diberi karunia kelumpuhan sejak kecil. Namanya Syekh Ahmad Yassin, pemimpin spiritual gerakan Intifadah, Palestina. Ia tidak punya daya, duduknya saja di atas kursi roda. Hanya kepalanya saja yang bergerak. Tapi, saat menatap wajahnya, terpancar kesejukan yang luar biasa. Padahal, beliau jauh dari ketampanan wajah sebagaimana yang dianggap rupawan dalam versi manusia. Tapi, ternyata dibalik kelumpuhannya itu beliau memendam ketenteraman batin yang begitu dahsyat, tergambar saat kita memandang sejuknya pancaran rona wajahnya.
Nah, saudaraku, kalau hari ini kita berhasil menemukan struktur wajah seseorang yang menenteramkan, maka caru tahulah kenapa dia sampai memiliki wajah yang menenteramkan seperti itu. Tentulah, benar-benar kita akan menaruh hormat. Betapa senyumannya yang tulus; pancaran wajahnya, nampak ingin sekali ia membahagiakan siapapun yang menatapnya. Dan sebaliknya, bagaimana kalau kita menatap wajah lain dengan sifat yang berlawanan; (maaf, bukan bermaksud meremehkan) ada pula yang wajahnya bengis, struktur katanya ketus, sorot matanya kejam, senyumannya sinis, dan sikapnya pun tidak ramah. Begitulah, wajah-wajah dari saudara-saudara kita yang lain, yang belum mendapat ilmu; bengis dan ketus. Dan ini pun perlu kita pelajari.
Ambillah kelebihan dari wajah yang menenteramkan, yang menyejukkan tadi menjadi bagian dari wajah kita, dan buang jauh-jauh raut wajah yang tidak ramah, tidak menenteramkan, dan yang tidak menyejukkan.
Tidak ada salahnya jika kita evalusi diri di depan cermin. Tanyalah; raut seperti apakah yang ada di wajah kita ini? Memang ada diantara hamba-hamba Allah yang bibirnya di desain agak berat ke bawah. Kadang-kadang menyangkanya dia kurang senyum, sinis, atau kurang ramah. Subhanallaah, bentuk seperti ini pun karunia Allah yang patut disyukuri dan bisa jadi ladang amal bagi siapapun yang memilikinya untuk berusaha senyum ramah lebih maksimal lagi.
Sedangkan bagi wajah yang untuk seulas senyum itu sudah ada, maka tinggal meningkatkan lagi kualitas senyum tersebut, yaitu untuk lebih ikhlas lagi. Karena senyum di wajah, bukan hanya persoalan menyangkut ujung bibir saja, tapi yang utama adalah, ingin tidak kita membahagiakan orang lain? Ingin tidak kita membuat di sekitar kita tercahayai? Nabi Muhammad SAW, memberikan perhatian yang luar biasa kepada setiap orang yang bertemu dengan beliau sehingga orang itu merasa puas. Kenapa puas? Diriwayatkan bahwa Nabi Muhammad SAW – bila ada orang yang menyapanya – menganggap orang tersebut adalah orang yang paling utama di hadapan beliau. Sesuai kadar kemampuannya.
Walhasil, ketika Nabi SAW berbincang dengan siapapun, maka orang yang diajak berbincang ini senantiasa menjadi curahan perhatian. Tak heran bila cara memandang, cara bersikap, ternyata menjadi atribut kemuliaan yang beliau contohkan. Dan itu ternyata berpengaruh besar terhadap sikap dan perasaan orang yang diajak bicara.
Adapun kemuramdurjaan, ketidakenakkan, kegelisahan itu muncul ternyata diantara akibta kita belum menganggap orang yang ada dihadapan kita orang yang paling utama. Makanya, terkadang kita melihat seseorang itu hanya separuh mata, berbicara hanya separuh perhatian. Misalnya, ketika ada seseorang yang datang menghampiri, kita sapa orang itu sambil baca koran. Padahal, kalau kita sudah tidak mengutamakan orang lain, maka curahan kata-kata, cara memandang, cara bersikap, itu tidak akan punya daya sentuh. Tidak punya daya pancar yang kuat.
Orang karena itu, marilah kita berlatih diri meneliti wajah, tentu saja bukan maksud untuk meremehkan. Tapi, mengambil tauladan wajah yang baik, menghindari yang tidak baiknya, dan cari kuncinya kenapa sampai seperti itu? Lalu praktekkan dalam perilaku kita sehari-hari. Selain itu belajarlah untuk mengutamakan orang lain!
Mudah-mudahan kita dapat mengutamakan orang lain di hadapan kita, walaupun hanya beberapa menit, walaupun hanya beberapa detik, subhanallaah.***
Keberadaan internet merupakan suatu Anugerah yang tidak terkira bagi kita, kita sudah bisa go publik menjadi seorang penulis dengan cerita apa saja di weblog/blog. Jangkauannya sangat luas sehingga di baca banyak orang dan bisa diakses oleh siapapun, teman-teman, keluarga terdekat atau bahkan orang orang lain yang tertarik dengan apa yang kita tulis dimedia ini. Sehingga sangat memungkinkan tulisan kita bisa menjadi solusi dan pikiran yang berharga bagi orang lain. Saat ini media-media seperti Tabloid, Majalah mengutip atau mengambil bahan rubrik dari blog pribadi (tentunya dengan seizin pemiliknya). Hal ini akan menjadi tambah luas penikmat Tulisan kita. Dan keuntungan lain kita juga bisa terkenal (O, yaaa, he hehe..)
Sudah sewajarnya kita menginginka tulisan kita semakin lama semakin baik di blog pribadi kita. Bukan sekedar, seadanya atau bahkan asal-asalan. Karena inti dari sebuah blog adalah tulisan yang baik. Fasilitas tekhnologi dan desain hanya mendukung serta memperindah tampilan blog kita. All in all masalah kualitas blog itu diukur dari kepiawaian kita dalam merangkai kata-kata.
Berikut ini ada tips-tips yang saya kutip dari majalah Annida edisi November 2008, agar kita dapat menulis blog lebih baik lagi;
1. Tulis sambil bayangkan para pembaca blog kita, apa yang akan mereka dapatkan? Karena pembaca blog akan mencari apa sebenarnya isi tulisan kita untuk mereka
2. Buat tulisan kita maksimal berharga dan berarti untuk pembaca.
3. senantiasa memperhatikan Ejaan dan tata bahasa kita.
4. keep it short and simple, sweetie (KISS) buat tulisan kita pendek dan sederhana sehingga mudah dipahami, dan yang perlu digaris bawahi bahwa dalam menulis postingan tulisan yang pendek tapi sering itu akan lebih baik
5. Buat tulisan seolah–olah hidup artinya menulislah seperti kita berbicara dengan teman kita atau diri kita sendiri, jamgam sungkan-sungkan untuk menulis humor atau anekdot yang luu seplah-olah kiota menyampaikan nya langsung dihadapam mereka.
6. erring membuat link, link akan membangun kredibilitas dan posisi kita sebagai seorang ahli dibidang yang kita inginkan. Membuat link keblog dan website lain juga membantu kita membantu kita membangun jaringan dengan yang lain.
7. gunakan kata kunci lebih sering, selain menguatkan tujuan utama kita dalam menulis, fasilitas pencarian seperti google akan menyukai blog kita. Rangkin blog kita akan naik, karena topic tulisan yang kita bangun jelas dan konsisten.
8. kristalkan detail-detail cerita kita,dari pada hanya menyampaikan fakta yang terjadi, misalnya kita brcerita mengenai betapa berantakannya kita seminggu manjelang pengumpulan tugas disekolah. Jelaskan mengapa dan buat orang lain tertrik dengan menceritakan detil-detailnya, seperti bagaimana detailnya bau kamar kita, bagaimana dan mengapa kita belum mandi-mandi selama seminggu (he,he…, memang ada orang seperti itu?)
9. pasanglah judul atau head line yang jelas dan jangn ragu untuk sesekali menghitamkan tulisan untuk menegaskan pernyataan dalam tulisan kita.
10. ulis sesuatu yang baru! Sealin ng-elink ke berbagai artikel atau mendiskusikan desain atua bertita terbaru, mari tuangkan ide yang baru dalam tulisan di blog kita.
Sepuluh tips ini mudah-mudahan bisa bermanfaat dan digunakan sehingga blog kita ga sekedarnya atau seadanya, bahkan cenderung hanya asal-asalan.
Di salin dari Annida No.3/XVIII November 2008 rubrik Internid. Syarif Hidayatullah Master imu Komputer dari UI
Copyright © 2009 Fresh Themes Gallery | NdyTeeN. All Rights Reserved. Powered by Blogger and Distributed by Blogtemplate4u .
