Tampilkan postingan dengan label Artikel. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Artikel. Tampilkan semua postingan

Senin, Februari 01, 2010

Amankan ATM, Ingat 3M!

CYBER crime semakin mengkhawatirkan. Kasus yang terbaru adalah pembobolan ATM. Banyak pihak yang dirugikan dalam kejadian tersebut. Masyarakat yang tidak tahu apa-apa menjadi korban.
Tidak penting mencari siapa yang salah dalam hal ini. Yang penting adalah bagaimana cara menanggulanginya. Salah satu cara yang bisa ditempuh adalah mengingatkan kembali 3M (melihat, mengamati, dan menutupi). Cara tersebut biasa dibuat dalam bentuk stiker dan ditempelkan di dekat ATM.

Cara itu merupakan upaya menanamkan kewaspadaan pada masyarakat untuk mencegah kejahatan di ATM. Tiga M tersebut merupakan suatu prosedur ketika masyarakat hendak bertransaksi melalui ATM.

Semoga dengan cara itu kejahatan pembobolan ATM bisa dikurangi dan masyarakat tidak dirugikan lagi. Dengan demikian, masyarakat merasa aman dan nyaman ketika bertransaksi lewat ATM. (*)

Galih Puji Mulyadi , mahasiswa semester V Unesa Surabaya

Minggu, Januari 17, 2010

Google, ”Maha Guru, Abad Dua Satu”


Kalau ada guru, cerdas, menguasai mutidisipliner ilmu, memiliki banyak murid, keberadaan dan manfaatnya dirasakan oleh orang seluruh dunia, dialah Google, ya.. Google.
Google ibarat guru, dia adalah tempat semua orang didunia ini bertanya, dan dia dapat menjawab semua pertanyaan dalam hitungan kurang dari setengah detik dengan menampilkan lebih dari 1.3 milyar halaman web sebagai referensinya.
Apapun yang ditanyakan, masalah politik sosial budaya agama kedokteran teknologi, semua dapat dijawabnya dengan akurat dan dapat membahasnya dari berbagai macam sudut pandang.
serba tahu tapi tidak sombong, mudah ditemui kapanpun tanpa pernah mengucapkan “maaf saya sibuk” atau ”maaf saya tidak bisa diganggu”.
Usianya masih muda, dirintis oleh dua mahasiswa Ph.D. dari Stanford, Larry Page dan Sergey Brin, pada tahun 1998. itu berarti sekarang Google belum genap berumur 12 tahun, tapi dalam usia yang masih belia itu Google telah merespon lebih dari 100 juta permintaan pencarian dalam sehari. Dan ini juga berarti Google meiliki murid lintas Negara bahkan lintas Benua.
Sifatnya yang tidak sombong dan rendah hatinya dapat dilihat ketika dia ditanya siapa sih mesin pencari tercepat didunia ini, maka dia akan menjawab, maka dia akan menjawab mesin pencari tercepat didunia ini banyak, ada yahoo, MSN, Page Rank dan lain sebagainaya. Tapi yang tercepat ya tetap google, karena memang faktanya demikian.
Google juga pantas disebut Maha Guru, mengingat saat ini Google dengan Fasilitas Google Cendekianya telah menyediakan cara yang mudah untuk mencari literatur akademis secara luas. Anda dapat mencari di seluruh bidang ilmu dan referensi dari satu tempat.
makalah pree-reviewed, thesis, buku, abstrak, dan artikel, dari penerbit akademis, komunitas profesional, pusat data pracetak, universitas, dan organisasi akademis lainnya. Google Cendekia akan membantu Anda mengidentifikasi penelitian paling relevan dari seluruh penelitian akademis.
Dalam hal ini tentu bukan maksud penulis untuk melebih-lebihkan Google, karena penulis juga menyadari bahwa sepintar apapun Google apabila penulis tanya tentang kapan saya mati dan kapan saya mendapatkan jodoh, jelas sang maha guru ini tidak dapat menjawab karena Google, tidak berkopentensi dibidang Metafisika.
Dalam hal ini penulis hanya ingin menegaskan bahwa dari dulu sampai sekarang ada yang Maha Mengetahui, yang kemapuannya diatas segalanya, yaitu Allah SWT dan Wahyunya, yang mengetahui yang Fisik Maupun Metafisik
Selain itu google juga Guru yang kaya, ya sekali lagi dia adalah Guru yang kaya, karena selain dia menyediakan fasilitas Gratisan seperti Blogger.com, Gmail.com, Picasa dll dia juga menggaji sekian juta pengguna yang berkopetensi dengan Google Adsense.
Sekarang sudah jadi trend orang mencari uang dan memang kaya dengan hanya duduk didepan internet dan mengkses blog yana disediakan Google. Simplenya sih sudah diberi fasilitas gratis (tinggal bayar biaya internet) dibayar Pula. Siapa yang tidak mau..?

Senin, Januari 11, 2010

Nawala, Pahlawan Baru Indonesia


Nawala adalah sebuah nama program pemblokir situs porno gratis yang dirancang oleh Irwin Day dkk (programmer pengusaha warnet). Setelah tiga tahun bekerja, kini jerih payah mereka mulai membuahkan hasil. semua orang Pengguna internet yang ingin melindungi anaknya yang masih belum cukup umur dari situs porno berlomba-lomba mengakses DNS (domain name system) Nawala. meskipun proyek ini non-komersial dan cukup merepotkan, tapi mereka cukup puas, karena dapat menghasilkan sesuatu yang berguna bagi masyarakat luas.
Keberadaan Program seperti ini, sangat penting bagi Negara kita mengingat Indonesia saat ini berada di peringkat ketujuh negara pengakses situs porno. peringkat yang sangat memalukan bagi sebuah negara yang mayoritas penduduknya beragama Islam.
Tidak sesimpel namanya DNS Nawala kini dapat membantu pengguna internet menghindari akses ke situs-situs yang mengandung materi pornografi, judi, phising, dan malware (program virus perusak software).
sekarang DNS Nawala sudah digunakan oleh 50 juta user, baik di Indonesia maupun luar negeri.
Sebuah prestasi yang besar semoga dapat menjadi pahlawan yang dapat membantu merentas masyarakat Indonesia menjadi bangsa yang beradab

Minggu, Januari 10, 2010

Meluapnya API kebenaran Sejarah Indonesia.


Judul :API SEJARAH Buku yang akan Mengubah Drastis Pandangan Anda tentang sejarah Indonesia
Penulis : Ahmad Mansur Suryanegara
Penerbit : Salamadani Pustaka Semesta
Tebal : 584 Halaman.
Cetakan I : Juli 2009
Sejarah sebagai salah satu cabang Ilmu Sosial perlu mendapatkan perhatian serius dari Ulama, Santri serta Umat Islam Indonesia. Banyak karya sejarah Islam Indonesia dan Dunia Islam Umumnya, yang beredar disekitar kita. Namun, banyak pula isinya sangat bertentangan dengan apa yang di perjuangkan oleh Rasulullah, sahabat, khalifah, wirausahawan, ulama, waliyullah, dan santri, serta umat Islam. Apalagi dengan adanya deislamisasi sejarah indonesia, peranan ulama dan santri, serta umat islam di dalamnya ditiadakan. Atau tetap ada, tetapi di maknai lain.
Sebagai contoh, Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) yang kita peringati setiap tanggal 2 Mei, kabarnya diambil dari hari lahir Ki Hadjar Dewantara, pendiri Taman Siswo, 1922 M, yang pada awalnya merupakan perkumpulan kebatinan Seloso Kliwon, kalau ini benar, mengapa bukan hari lahir K.H. Achmad Dachlan pendiri Persjarikatan Moehammadijjah, 18 November 1912 M, sepuluh tahu lebih awal dari Taman Siswo, 1912. dan lagi pengaruhnya lebih meluas di seluruh kota di Nusantara, hingga saat ini persjarikatan Moehammadijjah yang sekarang kita kenal dengan Ormas Islam Muhammdiyyah berkembang menjadi salah satu ormas islam terbesar di Tanah air . Akibat deislamisasi penentuan Hardiknas, menjadikan K.H. Achmad Dachlan dan Persjarikatan Moehammadiyyah tidak terpilih sebagai tidak terpilih sebagai pelopor pendidikan Nasional.
Contoh lain, tentang masalah waktu masuknya Islam ke Indonesia, semestinya terjadi pada abad ke-7 M. Ternyata dituliskan sangat jauh berbeda waktunya. Diundur hingga abad ke-13 M, dan tidak hanya masalah waktu, tetapi juga dituliskan oleh Orientalis kehadiran Islam ditengah bangsa dan negara Indonesia dinilai mendatangkan perpecahan. Karena Islam dinilai banyak menimbulkan banyak kekuasaan politik islam atau kesultanan yang tersebar di seluruh nusantara, sehingga Imperialis Barat menemui kesukaran untuk menguasai Nusantara Indonesia, walaupun kekuasaan politik atau keradjaan Hindoe dan boeddha, tidak terdapat diseluruh pulau Nusantara Indonesia, tetapi ditafsirkan bangsa Indonesia saat itu mengalami zaman kejayaan dan keemasan.
Dan yang harus kita perhatikan lagi, bahwa, pelopor perlawanan terhadap penjajah Barat di Indonesia adalah Ulama atau Wali sanga dan para santrinya hingga Imperialis Barat; Kerajaan katolik Portugis dan kerajaan protestan Belanda selalu gagal untuk menguasai indonesia dengan politik Kristenisasinya, bukan keradjaan Hindoe-Boeddha, karena pada masa itu (1511 M-1619 M) kekuasaan politik Boeddha Sriwijaya dan Hindoe Madjapahit, keduanya sudah tiada.
API SEJARAH Buku yang akan Mengubah Drastis Pandangan Anda tentang sejarah Indonesia, berisikan fakta sejarah perjuangan Ulama dan Santri dalam menegakkan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Untuk standar karya sejarah buku ini kurang begitu mendetail, tetap tidaklah berhenti sampai disini. Para peminat sejarah pada penerbitan berikutnya, perlu menuliskan ulang dan melengkapinya.
Peristiwa yang terjadi ditengah bangsa indonesia hingga hari ini, hakiakatnya merupakan kesinambungan masa lalu yang telah iletakkan asarnya oleh ulama dan santri, oleh karena itu, Wal tandhur nafsun ma qaddamat li ghad, Perhatikanlah sejarahmu untuk hari esokmu (QS 59:18), semoga Allah merahmati, memberkahi dan menunjuki kta semua.

Indonesiaku Itu.......


Indonesia adalah negera terbesar ketiga di planet bumi ini, dengan luas 1,904,569 km2, terletak diantara benua Asia dan Australia dan diapit oleh Samudra Hindia dan Samudra Fasifik. Terdiri dari 17.508 pulau, Indonesia adalah negara kepulauan terbesar di dunia. di belah oleh garis khatulistiwa. dikarunia iklim tropis dengan dua musim yaitu musim kemarau dan penghujan. Indonesia juga merupakan negara dengan penduduk muslim terbanyak, namun ironis syariat yang berkaitan dengan islam tidak bisa ditegakkan disini dengan alasan indonesia adalah negara multikultural.
Ironis lagi indonesia selain negara berpenduduk muslim terbanyak juga negara terkorup ketiga juga pengakses situs porno terbesar ketiga, Indonesia juga Negara kaya dengan sumber daya Alam, dari aneka ragam tambang, minyak bumi, gas alam, juga hasil hutan dan hasil laut yang melimpah ruah, kembali lagi ironisnya penduduknya masih banyak di bawah garis kemiskinan, rebutan BLT, zakat, dan daging kurban terjadi disini. belum lagi gaya hidup yang hedonis, penyakit individualis juga mulai berkembang dengan pesat.
ya memang kalo saya ungkapkan betapa delimatiknya negara indonesia ini, tak akan cukup untuk di bahas disini. yang jelas menurut saya krisis multidimensial diatas karena memang indonesia termasuk negara sekuler, yang sebenarnya tidak sesuai dengan pancasila maupun UUD 1945. memisahkan agama dengan urusan negara adalah suatu penghiatan terhadap UUD 1945 dan Pancasila. juga menghianati apa yang telah diamanat para perintis Republik ini. jadi selama negara ini masih tetap menerapkan sistem pemerintahan yang sekuler maka negera ini akan tetap seperti ini atau malah bertambah hancur

Jumat, Januari 08, 2010

Asal Nama, Kota Jakarta


Kita tentu sangat mengenal kota Jakarta, karena Jakarta memang Ibu Kota Negara kita tercinta Indonesia, namun bila kita bertanya lagi apa sih arti dari kata Jakarta itu, dan bagaimana asal usulnya hingga menjadi nama Jakarta, hanya sedikit diantara kita yang mengetahuinya.
Jakarta pada zaman dahulu adalah sebuah Pelabuhan yang merupakan wilayah kekuasaan kerajaan Sunan Gunung Jati (Syarif Hidayatullah) dengan Nama Pelabuhan Sunda Kelapa, kemudian pada selanjutnya nama Sunda kelapa dirubah menjadi Jayakarta Oleh Fatahillah (22 Juni 1527 M atau 22 Ramadan 933 H).
Perubahan nama ini diangkat dari al Qur’an Surah al Fath Ayat 1; Inna Fatahna Laka Fathan Mubiina. Makna Fathan Mubiina adalah kemenangan Paripurna dan dalam bahasa Sanskerta kita kenal dengan Jayakarta. Dikemudian hari lebih dikenal dengan Jakarta.

Nama Jayakarta, melambangkan rasa syukur kepada Allah, atas kemenangannya dalam menggagalkan usaha penjajahan kerjaan Katolik Portugis, di Pelabuhan Sunda Kalapa. Selain itu peristiwa perubahan nama ini adalah sebagai bukti dari pada peran Wali Songo, Ulama dan Santri dalam melawan keputusan Paus Alexander VI dalam perjanjian Tordesilas, 1494 M. yang memberikan kewenangan pada Kerajaan Katolik Spanyol dan Portugis, untuk mempelopori menegakkan Imperialisme atau Penjajahan Barat atas dunia khsususnya Indonesia

Rabu, Desember 30, 2009

Indonesia adalah Negara Islam'.......?


Ada sebagian orang Indonesia yang mengatakan bahawa walaupun Islam adalah agama mayoritas penduduk Indonesia, tetapi Islam tidak dapat dijadikan konsep ideologi Negara menggantikan pancasila, mengingat Indonesia adalah Negara Multikultural, multi etnis, multi agama dan budaya, apa jadinya bila Islam dijadikan sebagai ideologi Negara. Hanya pancasila saja yang cocok karena pancasila dapat mewadahi dari semua aspirasi karan dianggap lebih netral.
Padahal dalam piagam Jakarta dengan tegas menyebutkan kelima sila dalam panca sila yang didalamnya dengan sangat gamblag menyatakan 7 kata ( dengan Kewajiban Menjalankan Syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya) yang menunjukan syariat islamlah yang diterapkan di Indonesia

BERSAMBUNG

Selasa, Desember 29, 2009

Bahasa Indonesia berasal dari Bahasa Melayu Pasar.


Bahasa Indonesia adalah bahasa persatuan yang menyatukan berbagai elemen bangsa Indonesia yang multi budaya, multi budaya, multi etnis dan multi bahasa, bahkan dalam teks Sumpah Pemuda dituliskan bahwa: Kami Poetra dan Poetri Indonesia mendjuoedjoeng bahasa persatoean, Bahasa Indonesia.ya seperti tulah fenomenanya bahwa bahasa Indonesia menjadi bahasa Nasional, bahasa resmi bangsa Indonesia, digunakan dalam forum resmi kenegaraan, alat komunkasi seluruh elemen bangsa ini
Coba kita bayangkan bagaimana jika tidak ada bahasa Indonesia, orang jawa akan akan menggunakan bahasa sanskerta untuk bicara dengan orang dayak, demikian pula orang dayak aklan menggunakan bahasa daerahnya untuk bicara dengan orang sunda, mungkinkan komunikasi akan terjadi dengan baik bila melihat kondsi seperti itu.
Kalau kita bicara asal usul bahasa Indonesia, beberapa ahli sejarah mengatakan bahwa bahasa melayulah yang menjadi ckal bakal bahasa indonesia, yang jad masalah adalah bahasa melayu apa. Prof. Dr. Zaenal Arifn dalam bukunya Cermat Berbahasa Indonesia mengatakan bahwa: Bahasa Indonesia Berasal dati Bahasa Melayu Kuno ini terbukti dengan ditemukannya beberapa Prasasti Peninggalan Kerajaan Sriwijaya, seperti Prsasati Talang Tuo (Palembang), Prasati Karang kapur di Bangka Barat dan Karang Brahi di Kabupaten Mrangin Jambi, yang bertulis Pra-Nagari dan berbahasa Melayu Kuno.
Teori kedua, tentang asal mula bahsa indonesia dikemukakan oleh Ahmad Mansur Surya Negara, dalam bukunya Api Sejarah Buku yang akan mengubah Drasts Pandangan Anda Tetang Sejarah Indonesia. Mengemukakan bahwa asal Bahasa Indonesia adalah bahasa melayu pasar, yaitu bahasa yang digunakan oleh para Wirausahawan di Pasar. Bahasa in ditulis dengan huruf arab melayu atau yang dikenal pula dengan huruf Jawi. Dan dikalanagan pemegang kekusaan politk Islam atau kesultanan digunakan sebagai bahasa diplomatik atau sebagai bahasa hubungan antarsultan atu raja, baik di Nusantara maupun manca negara
Dalam hal ini penulis tidak bermaksud untuk mengadukan atau mempertentangkan kedua teori diatas, namun penulis mencoba berusaha untuk mencari kebenaran diantara kedua teor ini sebagai bentuk keberpihakan penulis pada sebuah kebenaran;
Penuls mencoba membandingkan memperhatikan teori Prof. Zainal Arifin;beliau mengemukakan bahwa bahasa Indonesa bersal dar bahasa Melayu kuno Kerajaan Sriwjaya, yang ditulis diPrasati Talang tuo, prasati kota kapur dan Prasati karang Brahi dalam bentuk tulisan Pra-Nagari. Tapi beliau mengutip bunyi prasati keudukan yang bunyinya: Swastie Syre Syaka warsaateta 6o4 ekadasyii syuklapaksa wulan wiasyakha dapunta hyang naayik, di saamwan mangalap siddhayaatra di saptamie syuklapaksa wulan jyesta dapunta hyang marlapas dari minanga tamwan....inikan bahasa sankskerta agama hindu kerajaan Sriwjaya yang sudah diubah tulisannya dari tulisan Pra-Nagari kedalam bahasa Indonesia, kalau memang prasati kedukan itu berbahasa melayu kuno, tapi mengapa bunyi dari tulisan huruf indonesianya bukan bahasa melayu tetapi bahasa sanskerta.
Tapi kalau kita perhatkan secara seksama teori Ahmad Mansur Surya Negara sangat jelas walaupun tulisannya tulisan jawi atau tulisan arab melayu tetapi bunyi tulisan itu memang berbahasa melayu.
Bersambung.........

Senin, Desember 28, 2009

Luas Wilayah Nusantara kita ternyata...?


Begitu luasnya wilayah Indonesia sehingga matahari harus terbit sampai tiga kali, dampaknya Indonesia memiliki perbedaan tiga waktu, jelasnya adalah seperti ini; Waktu Indonesia Timur (WIT) matahari terbit lebih awal dua jam daripada Waktu Indonesia Barat (WIB), sedangkan Waktu Indonesia Tengah (WITA) matahari terbit satu jam lebih dahulu daripada Waktu Indonesia Barat (WIB).
Coba kita bandingkan, panjang batas ujung utara sampai dengan batas ujung selatan wiayah Indonesia, yaitu pulau Talaud sampai dengan pulau Rote itu sama dengan panjangnya dari inggris melampui Eropa hingga ke Irak. Dan panjang batas ujung barat hingga batas timurnya atau biasa kita kenal dengan istilah dari sabang sampai merauke itu panjangnya sama dengan dari Greewich London hingga Baghdad di Irak. Kemudian kalau batas utaranya kepulauan Talaut barada di Jerman sedangkan batas selatannya, pulau rote berada di Al Jazair.
Menurut R.G.M Soegondo dalam Ilmu Bumi Militer Indonesia, luas dartan Indonesia 1.904.305,7 Km² atau kalau kita genapkan mencapai 2000.000 Km². sama luasnya dengan jumlah luas Belanda, Belgia, jerman, Prancis, Italia dan Spanyol. Batas luas laut Indonesia menurut Deklarasi Djuanda, 13 Desember 1957, adalah 3.200.000 Km². sehingga luas Wilayah Indonesia daratan 2000.000 Km² dan lautannya 3.200.000 Km² menjadi 5.200.000 Km². tidak cukup sampai disitu Allah Anugerahkan kepada Indonesia daratan seluas itu dengan tanah yang subur, dan juga lautan yang seluas itu terkandung didalamnya sumber kekayaan laut yang tak terhitung nilainya. Yang harus dipikirkan dan dijadikan renungan adalah kemana Anugerah Allah tersebut sehingga kita tetap di peringkat dasar rangking kesejahteraan Dunia? Apanya yang salah, yang jelas tidak mungkin Allah salah menganugerahkan itu semua pada kita

Minggu, Desember 27, 2009

Sang Saka Merah putih, Bendera Rasulullah saw.


Merah Putih yang merupakan warna Bendera Negara Republik Indonesia, warna ini menjadi simbola dan identitas Negara Indonesia. Siapa sangka Bendera ini menjadi symbol negeri ini berkat jasa dan perjuangan para Ulama, mereka berjuang untuk mengenalkan sang saka merah putih adalah bendera Rasulullah saw, dengan mengajarkannya kembali sejak abad ke-7 M atau Abad ke-1 H, bersamaan dengan masukanya agama Islam ke nusantara. Kemudian sang saka merah putih dibudayakan melalui berbagai sarana, diantaranya:
Pertama; pada setiap awal pembicaraan atau pengantar buku diucapkan atau dituliskan istilah sekapur sirih dan seulas pinang. Kenyataannya kapur denagn sirih akan melahirkan warna merah dan apabila buah pinang diiris atau dibelah akan terlihat didalamnya berwarna putih.
Bersambung...................

Bermimpilah


Lho, memangnya gimana sih kok disuruh bermimpi? Bukankah mimpi itu kembangnya tidur? Bukankah kita harus realistis? Atau istilah Arab-nya waqi’iyyin, kenapa kok malah disuruh bermimpi? Bukankah mimpi itu ahlam (bentuk jama’ dari hulm, yang artinya mimpi di siang bolong)? Dan bukankah mimpi itu terjadi karena kebanyakan tidur? Tentunya yang saya maksud dengan mimpi itu bukan sekedar sesuatu yang kita lihat karena kebanyakan tidur. Bukan pula mimpi yang terjadi karena terbawa-bawa oleh nafsu syahwat menjelang tidur. Bukan pula karena kita dikejar-kejar oleh suatu atau berbagai persoalan duniawi, karenanya kita melihatnya di dalam mimpi.

Akan tetapi, yang saya maksud dengan mimpi di sini adalah suatu gagasan besar, cita-cita agung, angan-angan mulia yang luhur, yang karena besarnya gagasan itu, atau karena agungnya cita-cita itu, atau karena luhurnya angan-angan itu, lalu banyak orang-orang yang tidak berilmu, atau berilmu, tapi ilmunya cethek alias dangkal, atau oleh orang-orang yang obsesinya rendah dan murah, kita dituduh sebagai kaum utopis, kaum pemimpi, lebih parah lagi kita dituduh sebagai pemimpi di siang bolong, atau istilah Al Qur’an-nya Adh-ghatsu ahlaam (hidupnya dibuai oleh mimpi-mimpi, QS Yusuf [12]: 44, Al Anbiya’ [21]: 5).

Dalam suatu pertemuan, ada seorang syekh mengatakan: “La budda lil qaa-idi an yakuuna lahu ahlam, wa illa la yashluh an yakuuna qaa-idan”. Maksudnya: Seorang pemimpin harus mempunyai banyak mimpi, jika tidak, dia tidak layak menjadi pemimpin. Mendengar pernyataan seperti itu, saya terperanjat dan kaget, lhoo kok begitu? Akan tetapi, sebelum saya mengingkari pernyataannya itu, saya mencoba mereview apa-apa yang pernah saya ketahui tentang mimpi, ternyata, banyak juga dalil atau argumentasi yang bisa saya kemukakan untuk membenarkan pernyataan syekh tadi.

Pertama: Nabi Yusuf as pada waktu kecil telah bermimpi melihat sebelas bintang, satu matahari dan satu bulan bersujud kepadanya, dan ternyata mimpi itu kemudian menjadi kenyataan.(QS Yusuf [12]: 100).

Kedua: Nabi Yusuf as membuat strategi, mengorganisir dan menjalankan program penyelamatan negeri Mesir dan sekitarnya dari bahaya kelaparan juga berangkat dari mimpi sang raja yang dia ta’wil-kan (sesuai dengan ilmu yang Allah swt berikan kepadanya) menjadi “sebuah manajemen strategis” yang sangat luar biasa.

Ketiga: mukaddimah dari turunnya wahyu kepada nabi Muhammad saw adalah ar-ru’yah ash-shadiqah (mimpi yang benar), yang menurut riwayat ummul mukminin ‘Aisyah ra (sebagaimana diriwayatkan oleh Imam Bukhari): “beliau tidak melihat satu mimpipun kecuali seperti merekahnya fajar di pagi hari”.

Keempat: Salah seorang ulama’, pemikir, da’i dan mujaddid Islam yang bernama Hasan Al Banna, selalu mengingatkan murid-muridnya akan adanya satu kaidah sosiologi yang mengatakan bahwa: haqaa-iqul yaumi ahlaamul amsi, wa ahlaamul yaumi haqaa-iqul ghadi (kenyataan hari ini adalah mimpi kemarin, dan mimpi hari ini adalah kenyataan esok hari).

Kaidah ini terus menerus dia doktrinkan kepada murid-muridnya, tentunya dengan berbagai argumentasi qur’an dan sunnah yang dia tetapkan sebagai rujukan utama gerakannya, sehingga, gerakan yang dia bangun itupun –menurut sumber majalah Al Mujtama’- sekarang telah tersebar ke lebih dari tujuh puluh negara di dunia, dimana gerakan seperti yang dia bangun itu, pada saat itu banyak yang menilainya sebagai gerakan kaum utopis, gerakan untuk merubah sesuatu yang hil dan mustahal, namun sedikit demi sedikit, hal-hal yang tadinya dianggap mimpi di siang bolong itupun berubah menjadi kenyataan.

Salah satu argumentasi yang dikemukakan oleh Hasan Al Banna adalah kisah pembebasan Bani Israil dari keterbudakan rezim Fir’aun di Mesir. Bagaimana suatu bangsa yang sudah terbudak sedemikian rupa, pada akhirnya mampu melepaskan dirinya dari keterbudakan yang begitu dahsyat.

Saudara-saudaraku yang dimulyakan Allah …
Dunia sekarang telah dipenuhi oleh berbagai ketidak adilan, kezhaliman, kerusakan dan pertikaian. Dalam skala lokal saja, tanda-tanda semakin menjauhnya agenda reformasi yang pada awalnya diusung oleh para mahasiswa itu, bukannya semakin mendekat kepada kenyataan, justru bayang-bayang semakin menjauhnya cita-cita itu senantiasa tampak di depan mata.

Namun demikian, kita tidak boleh berputus asa, kita harus senantiasa optimis, bahwa malam tidak akan selamanya malam, ia pasti akan berganti dengan merekahnya fajar, bukan fajar kadzib (fajar dusta, fajar yang setelah terang benderang gelap lagi), tapi fajar shadiq, fajar yang benar, fajar yang berlanjut dengan munculnya surya, munculnya mentari yang menyinari berbagai permukaan bumi, dan secara perlahan mengusir kegelapan malam yang tadinya begitu menyelimuti. Kita harus tetap tegar, tabah dan tsabat dalam mengusung cita-cita besar kita, cita-cita liyuzh-hirahu ‘alad-diini kullihi (QS At-Taubah [9]: 33, Al Fath [48]: 28, dan Ash-Shaff [61]: 9), cita-cita hatta la takuuna fitnatun wa yakuunad-diinu (kulluhu) lillah (QS Al Baqarah [2]: 193, Al Anfal [8]: 39), dan cita-cita khaira ummatin ukhrijat linnaas (QS Ali Imran [3]: 110).

Memang, banyak kalangan menilai bahwa cita-cita seperti itu hanyalah mimpi belaka, namun, berbagai argumentasi di atas, kiranya sanggup untuk membuat kita tidak tertipu oleh penilaian banyak kalangan itu, anggaplah hal itu hanyalah sebuah laumata laa-im (celaan orang yang mencela), yang harus kita sikapi dengan la yakhafuuna (tidak takut), sebagaimana disebutkan dalam QS Al Maidah [5]: 54, kita harus tetap tsabat agar kita menjadi representasi dari fasaufa ya’tillahu biqaumin, representasi dari qaum yang disebutkan dalam ayat tersebut.

Dalam rangka merealisasikan mimpi kita yang besar itu, kita harus melakukan langkah-langkah binaa-ur rijaal (pembinaan tokoh-tokoh masa depan), sebab hanya dengan langkah seperti inilah, setapak demi setapak mimpi itu semakin dekat kepada kenyataan. Sebagai penutup dari taujih ini, marilah kita simak kisah tentang dialog antara Umar bin Al Khaththab ra dengan beberapa orang di zamannya. Umar bin Al Khaththab berkata: “Berangan-anganlah!”.

Maka salah seorang diantara yang hadir berkata: “Saya berangan-angan kalau saja saya mempunyai banyak uang (dinar dan dirham), lalu saya belanjakan untuk memerdekakan budak dalam rangka meraih ridha Allah”. Seorang lainnya menyahut: “Kalau saya, berangan-angan memiliki banyak harta, lalu saya belanjakan fi sabilillah”. Yang lainnya lagi menyahut: “Kalau saya, mengangankan mempunyai kekuatan tubuh yang prima, lalu saya abdikan diri saya untuk memberi minum air zamzam kepada jama’ah haji satu persatu”.Setelah Umar bin Al Khaththab mendengarkan mereka, iapun berkata: “Kalau saya, berangan-angan kalau saja di dalam rumah ini ada Rijaal (tokoh) seperti Abu Ubaidah bin Al Jarrah, Umair bin Sa’ad dan semacamnya”.

Dari dialog tentang mimpi ini, kita dapat mengetahui betapa urgen dan pentingnya binaur-rijal itu.Semoga Allah swt memberikan kekuatan kepada kita untuk mampu mewujudkan mimpi indah kita, amin.

Sabtu, Desember 26, 2009

Indonesia yang saya kenal


Indonesia adalah negera terbesar ketiga di planet bumi ini, dengan luas 1,904,569 km2, terletak diantara benua Asia dan Australia dan diapit oleh Samudra Hindia dan Samudra Fasifik. Terdiri dari 17.508 pulau, Indonesia adalah negara kepulauan terbesar di dunia. di belah oleh garis khatulistiwa. dikarunia iklim tropis dengan dua musim yaitu musim kemarau dan penghujan. Indonesia juga merupakan negara dengan penduduk muslim terbanyak, namun ironis syariat yang berkaitan dengan islam tidak bisa ditegakkan disini dengan alasan indonesia adalah negara multikultural. ironis lagi indonesia selain negara berpenduduk muslim terbanyak juga negara terkorup ketiga juga pengakses situs porno terbesar ketiga, Indonesia juga Negara kaya dengan sumber daya Alam, dari aneka ragam tambang, minyak bumi, gas alam, juga hasil hutan dan hasil laut yang melimpah ruah, kembali lagi ironisnya penduduknya masih banyak di bawah garis kemiskinan, rebutan BLT, zakat, dan daging kurban terjadi disini. belum lagi gaya hidup yang hedonis, penyakit individualis juga mulai berkembang dengan pesat.
ya memeamng kalo saya ungkapkan betapa dilimatiknya negara indonesia ini, tak akan cukup untuk di bahas disini. yang jelas menurut saya krisis multidimensial diatas karena memang indonesia termasuk negara sekuler, yang sebenarnya tidak sesuai dengan pancasila maupun UUD 1645. memisahkan agama dengan urusan negara adalah sutu penghiatan terhadap UUD 1945 dan Pancasila. juga menghianati apa yang telah diamanat para perintis direpublik ini. jadi selama negara ini masih tetap menerapkan sistem pemerintahan yang sekuler maka negera ini akan tetap seperti ini atau malah bertambah hancur

Kamis, Desember 24, 2009

Tradisi Ilmu dan Kejatuhan atau kejayaan Suatu Bangsa


Tidak dapat dipungkiri bahwa kaum muslimin sangat maju karena tradisi Ilmunya, bahkan kejayaan ilmu pengetahuan dijaman kejayaan Islam telah mempengaruhi secara signifikan pertumbuhan peradaban barat. Tapi kini umat Islam terjatuh, menjadi bangsa yang tidak disegani bahkan menjadi bulan-bulanan bangsa barat, hal ini mirip dengan apa yang di isyaratkan Nabi 14 abad silam “akan datang suatu masa dimana umat islam ibarat makanan yang diperebutkan.

Tradisi ilmu dalam islam sebenarnya telah diproklamirkan sejak ayat pertama dalam al Qur’an diturunkan. Ayat Iqro telah merubah sahabat-sahabat Rasulullah dari orang–orang jahiliyyah yang suka mabuk-mabukan, berzina, dan berleha-leha menjadi pemimpin besar dunia yang sangat disegani diseluruh kawasan dunia saat itu.
Pada masa itu tradisi baca dan menulis sangat hidup. Tiap ayat yang diturunkan pada Nabi, segera diajarkan kemudian dihapalkan bahkan Nabi menunjuk Ali bin Abi Thalib, Zaid bin Tsabit dan sahabat yang lain untuk menuliskan setiap ayat al-Qur’an yang turun pada beliau. Bahkan pada masa awal permulaan Islam, tradisi membaca dan menulis menjadi symbol kemuliaan. Ibnu saad mengatakan bahwa orang yang sempurna adalah orang yang dapat menulis, berenang dan melempar panah.
Hal lain yang membuktikan betapa pentingnya budaya baca tulis bagi umat islam adalah, pasca perang badar kubro diamana pada saat itu umat Islam mengalami kemenangan besar, selain harta rampasan perang umat Islam juga berhasil menawan beberapa tentara dari kaum quraisy. Satu hal yang menakjubkan terjadi pada diri Rasulullah beliau memberikan jaminan kebebasan bagi para tawanan yang dapat mengajarkan baca tulis bagi penduduk Madinah.
Semangat para sahabat Nabi dalam mencari Ilmu semakin tinggi, berkat pemahaman terhadap al-Qur’an yang dalam banyak ayat memerintahkan pada umatnya untuk senantiasa menggunakan akalnya. Juga dalam ratusan hadits Nabi berisi pujian terhadap orang-orang yang berilmu.
BERSAMBUNG.........

Reorientasi semangat kepahlawanan Indonesia


Pada 17 Agustus 1951, kurang lebih 6 tahun setelah Proklamasi kemerdekaan, DR.Muhammad Natsir yang dikenal sebagai seorang pejuang dan pemikir Islam, menulis sebuah Artikel yang berjudul “ Jangan Berhenti Tangan Mendayung, Nanti Arus Membawa Hanyut” , melalui artikel ini, Beliu menggambarkan betapa jauh perbedaan kondisi manusia Indonesia pasca kemerdekaan dan pra-kemerdekaan. Peringatan DR. Moh. Natsir itu intinya bahwa, baru beberapa tahun saja kemerdekaan berlalu, banyak orang Indonesia yang sudah kehilangan orientasi, egois, serba pamrih, yang dulunya mereka girang gembira, sekalipun hartanya habis, rumahnya terbakar, dan anaknya tewas di Medan pertempuran.
Sekarang mereka menganggap bahwa perjuangan sudah usai, dan seolah-olah tujuan bangsa sudah tercapai, karena sudah merdeka. Cukup. Tiap tahu rakyat Indonesia merayakan hari kemerdekaan itu denagn hiburan-hiburan dan pesta-pesta Agustusan seolah-olah mereka ingin menyatakan bahwa, sekarang bukan saatnya lagi untuk berjuang, tetapi saatnya untuk menikmati hasil perjuangan
Hingga pada taraf yang lebih kronis menimpa bangsa Indonesia, termasuk didalamnaya Umat Islam salah satu penyakit super bahaya itu adalah penayakit berlebih-lebihan dalam mencintai dunia. Penyakit yang menyebabkan bangsa-bangsa di Dunia ini menemui kehancurannya.


Bersambuhg........................

“Upin & Ipin”: Meng-caunter Hegemoni Animasi Hedonis paganis


Menjelang akhir tahun 2008, tepatnya menjelang tibanya bulan Ramadan 1429 H Animasi anak Upin & Ipin mulai merambah dunia maya, kemudian dalam periode akhir tahun 2009 Animasi kreatif khas Kultur budaya Malaysia ini mulai ditayangkan dibeberapa station TV swasta di Indonesia.
Film ini mengisahkan dua orang anak kembar Upin dan Ipin dlam melewati hari-harinya dibulan puasa. Film ini sangat kental dengan kultur budaya Malaysia yang merupakan budaya melayu Islam, diceritakan disana bagaimana Upin dan Ipin belajar mengaplikasikan kewajiban sebagai seorang muslim yaitu ibadah puasa dan serta ibadah-ibadah wajib lain di bulan ramadan


BERSAMBUNG

Kamis, Oktober 15, 2009

Dunia informasi dan kebutuhan hidup kita


Ibarat tunas kebutuhan kita terhadap media informasi berkembang dalam proses yang bertahap. Kalau kita tilik kembali kebelakang (dulu) kebutuhan media kita terbatas pada hal-hal yang primer: informasi dari Koran, majalah, radio dan televisi merupakan kemewahan. Isinya pun sudah disetting sedemikian rupa, sehingga jangan harap kita dapat menentukan isi berita.
Namun, kini hal-hal yang dulu kita anggap sebagai kemewahan (barang-barang luks) pelan-pelan menjadi konsumsi massal, televisi, radio, dan komputer menjadi barang yang lumrah. Telepon genggam alias Hand phone yang mulanya jadi benda luks, sekarang ditenteng bahkan oleh tukang becak. Dan lebih fantastis lagi, kita telah diperhitungkan sebagai penentu isi media yang memiliki pengaruh luar biasa.
Media informasi kini menawarkan revolusi pribadi yang tak terpikirkan sebelumnya, dulu orang untuk menerima kabar famili yang jauh seberang sana memerlukan waktu berminggu-minggu melalui surat-menyurat. Kini orang tua yang anaknya kuliah di eropa sekalipun tidak perlu khawatir untuk terus memikirkan anaknya, tinggal tekan digit-digit angkan di hand phone si orang tua dapat memberikan petuah bahkan joke-joke segar dengan anaknya. Bahkan si ibu bisa memperhatikan jerawat anak melalui fasilitas video call yang tersedia pada HP yang beresolusi tinggi.

Dengan era yang disebut sebagai narsisme alias bangga diri, dengan semboyan jumawa; tak narsis maka tak eksis. Bagaimana kita hidup dan tumbuh dalam iklim seperti ini?.
Kita sebagai seorang muslim tentunya memiliki pandangan sendiri tentang problema ini, dengan mindset bahwa apapun didunia ini selama tidak bertentangan dengan apa yang telah ditetapkan oleh Allah dan rasulnya maka kita, tetap harus welcome terhdapnya. Media informasi selama itu dapat membantu kita dalam berdakwah dan menegakkan kalimat tauhid kenapa tidak? Computer, internet, hand phone, bahkan black berry sekalipun kalau kemanfaatannya lebih banyak bagi umat ini kenapa tidak digunakan, terlepas dari seruan boikot terhadap beberapa produk made in barat yang disinyalir berperan besar dalam imperialisme dunia barat terhadap islam yang diserukan saat ini,
tetapikan boikot itu tidak mesti menolak semuanya, dalam artian selama masih ada produk alternative kita harus memboikotnya, tetapi kalau memang tidak ada alternative lain sedangkan kemanfaatannya sangt dibutuhkan kita dalam memerangi mereka, besar ataupun kecil bentuknya kenapa masih ada yang enggan?.

Rabu, Oktober 14, 2009

Belajar Dari Wajah

Menarik sekali jikalau kita terus menerus belajar tentang fenomena apapun yang terjadi dalam hiruk-pikuk kehidupan ini. Tidak ada salahnya kalau kita buat semacam target. Misalnya : hari ini kita belajar tentang wajah. Wajah? Ya, wajah. Karena masalah wajah bukan hanya masalah bentuknya, tapi yang utama adalah pancaran yang tersemburat dari si pemilik wajah tersebut.

Ketika pagi menyingsing, misalnya, tekadkan dalam diri : "Saya ingin tahu wajah yang paling menenteramkan hati itu seperti apa? Wajah yang paling menggelisahkan itu seperti bagaimana?" karena pastilah hari ini kita akan banyak bertemu dengan wajah orang per orang. Ya, karena setiap orang pastilah punya wajah. Wajah irtri, suami, anak, tetangga, teman sekantor, orang di perjalanan, dan lain sebagainya. Nah, ketika kita berjumpa dengan siapapun hari ini, marilah kita belajar ilmu tentang wajah.

Subhanallaah, pastilah kita akan bertemu dengan beraneka macam bentuk wajah. Dan, tiap wajah ternyata dampaknya berbeda-beda kepada kita. Ada yang menenteramkan, ada yang menyejukkan, ada yang menggelikan, ada yang menggelisahkan, dan ada pula yang menakutkan. Lho, kok menakutkan? Kenapa? Apa yang menakutkan karena bentuk hidungnya? Tentu saja tidak! Sebab ada yang hidungnya mungil tapi menenteramkan. Ada yang sorot matanya tajam menghunjam, tapi menyejukkan. Ada yang kulitnya hitam, tapi penuh wibawa.

Pernah suatu ketika berjumpa dengan seorang ulama dari Afrika di Masjidil Haram, subhanallaah, walaupun kulitnya tidak putih, tidak kuning, tetapi ketika memandang wajahnya... sejuk sekali! Senyumnya begitu tulus meresap ke relung qolbu yang paling dalam. Sungguh bagai disiram air sejuk menyegarkan di pagi hari. Ada pula seorang ulama yang tubuhnya mungil, dan diberi karunia kelumpuhan sejak kecil. Namanya Syekh Ahmad Yassin, pemimpin spiritual gerakan Intifadah, Palestina. Ia tidak punya daya, duduknya saja di atas kursi roda. Hanya kepalanya saja yang bergerak. Tapi, saat menatap wajahnya, terpancar kesejukan yang luar biasa. Padahal, beliau jauh dari ketampanan wajah sebagaimana yang dianggap rupawan dalam versi manusia. Tapi, ternyata dibalik kelumpuhannya itu beliau memendam ketenteraman batin yang begitu dahsyat, tergambar saat kita memandang sejuknya pancaran rona wajahnya.

Nah, saudaraku, kalau hari ini kita berhasil menemukan struktur wajah seseorang yang menenteramkan, maka caru tahulah kenapa dia sampai memiliki wajah yang menenteramkan seperti itu. Tentulah, benar-benar kita akan menaruh hormat. Betapa senyumannya yang tulus; pancaran wajahnya, nampak ingin sekali ia membahagiakan siapapun yang menatapnya. Dan sebaliknya, bagaimana kalau kita menatap wajah lain dengan sifat yang berlawanan; (maaf, bukan bermaksud meremehkan) ada pula yang wajahnya bengis, struktur katanya ketus, sorot matanya kejam, senyumannya sinis, dan sikapnya pun tidak ramah. Begitulah, wajah-wajah dari saudara-saudara kita yang lain, yang belum mendapat ilmu; bengis dan ketus. Dan ini pun perlu kita pelajari.

Ambillah kelebihan dari wajah yang menenteramkan, yang menyejukkan tadi menjadi bagian dari wajah kita, dan buang jauh-jauh raut wajah yang tidak ramah, tidak menenteramkan, dan yang tidak menyejukkan.

Tidak ada salahnya jika kita evalusi diri di depan cermin. Tanyalah; raut seperti apakah yang ada di wajah kita ini? Memang ada diantara hamba-hamba Allah yang bibirnya di desain agak berat ke bawah. Kadang-kadang menyangkanya dia kurang senyum, sinis, atau kurang ramah. Subhanallaah, bentuk seperti ini pun karunia Allah yang patut disyukuri dan bisa jadi ladang amal bagi siapapun yang memilikinya untuk berusaha senyum ramah lebih maksimal lagi.

Sedangkan bagi wajah yang untuk seulas senyum itu sudah ada, maka tinggal meningkatkan lagi kualitas senyum tersebut, yaitu untuk lebih ikhlas lagi. Karena senyum di wajah, bukan hanya persoalan menyangkut ujung bibir saja, tapi yang utama adalah, ingin tidak kita membahagiakan orang lain? Ingin tidak kita membuat di sekitar kita tercahayai? Nabi Muhammad SAW, memberikan perhatian yang luar biasa kepada setiap orang yang bertemu dengan beliau sehingga orang itu merasa puas. Kenapa puas? Diriwayatkan bahwa Nabi Muhammad SAW – bila ada orang yang menyapanya – menganggap orang tersebut adalah orang yang paling utama di hadapan beliau. Sesuai kadar kemampuannya.

Walhasil, ketika Nabi SAW berbincang dengan siapapun, maka orang yang diajak berbincang ini senantiasa menjadi curahan perhatian. Tak heran bila cara memandang, cara bersikap, ternyata menjadi atribut kemuliaan yang beliau contohkan. Dan itu ternyata berpengaruh besar terhadap sikap dan perasaan orang yang diajak bicara.

Adapun kemuramdurjaan, ketidakenakkan, kegelisahan itu muncul ternyata diantara akibta kita belum menganggap orang yang ada dihadapan kita orang yang paling utama. Makanya, terkadang kita melihat seseorang itu hanya separuh mata, berbicara hanya separuh perhatian. Misalnya, ketika ada seseorang yang datang menghampiri, kita sapa orang itu sambil baca koran. Padahal, kalau kita sudah tidak mengutamakan orang lain, maka curahan kata-kata, cara memandang, cara bersikap, itu tidak akan punya daya sentuh. Tidak punya daya pancar yang kuat.

Orang karena itu, marilah kita berlatih diri meneliti wajah, tentu saja bukan maksud untuk meremehkan. Tapi, mengambil tauladan wajah yang baik, menghindari yang tidak baiknya, dan cari kuncinya kenapa sampai seperti itu? Lalu praktekkan dalam perilaku kita sehari-hari. Selain itu belajarlah untuk mengutamakan orang lain!

Mudah-mudahan kita dapat mengutamakan orang lain di hadapan kita, walaupun hanya beberapa menit, walaupun hanya beberapa detik, subhanallaah.***

Jumat, September 25, 2009

Bersyukur=untung atau kufur=buntung

“Maka nikmat tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?”, Allah mengulang-ulang ayat ini hingga 31 kali dalam al-qur’an surah Ar rahman. Kalau kita renugkan, ini memang benar-benar sebuah warning yang sangat penting bagi kita sebagai hamba-Nya, mengingat mudah dan banyak sekali manusia yang jatuh kejurang kekufuran.
Seandainya kita mau merenungkan tetang nikmat Allah yang dianugerahkan kepada kita. Contohnya saja nikmat Allah berupa Matahari dan udara, yang diberikan kepada kita secara gratis, semau kita bahkan sepuasnya kita nikmati, tiba-tiba kedua nikmat ini di privatisasi dan dikomersialkan misalnya, menghirup udara atau menggunakan “jasa” matahari di pungut bayaran semacam pajak ataupun jenis pungutan lainnya, bisa-bisa para nelayan mogok jemur ikan asinnya, atau petani tembakau akan bangkrut karena tembakaunya ngga kering-kering, hal ini bisa lebih mending dibandingkan dengan mogok bernafas karena nggak sanggup bayar cicilan menghirup udara.


Allah maha agung, Allah tidak memerlukan suatu apapun dari Makhluk-Nya, Allah tidak membutuhkan shalat kita, zakat kita. coba kita pikirkan bersama, pernahkah Allah, membuat aturan, kalau ngga sholat, ngga boleh bernafas, atau barang siapa yang meninggalkan zakat di tenggelamkan hartanya seperti Qorun, niscaya Indonesia sudah lama tenggelam. Subhanallah, nikmat Allah yang mana yang mau kita dustakan?
Allah memerintahkan kepada hamba-Nya untuk bersyukur, terhadap apa yang ada, apa yang telah dianugerahkan kepada kita karena memang itulah yang terbaik buat kita hambanya. Sebagai contoh kita di karuniai Allah harta yang pas-pasan, perlu kita sadari bahwa itu kondisi terbaik bagi kita, seandainya Allah memberikan sedikit saja lebih harta kita, bisa jadi kita kikir dan Sombong karenanya, maka Allah memberi kita harta yang cukup, sedangkan mereka-mereka yang kaya, kalau Allah membuat sedikit saja mereka lebih miskin saat ini, niscaya mereka tidak sanggup. bersyukur tehadap apa yang ada pada diri kita saat ini adalah sikap terbaik. So,.. bersyukurlah…..!
Bersyukur, tentu jauh berbeda dengan takabbur, akan tetapi realita nya sangat tipis sekali beda antara syukur dan takabbur, sehingga kadang-kadang kita salah duga, menganggap diri bersyukur padahal sedang takabur
Alhamdulillah, saya tidak pernah sakit parah, Allah masih saying pada saya. Coba cermati ungkapan ini bentuk rasa syukur atau sebentuk ketakaburan.
Agar kita bersyukur:
1. awali hari kita dengan bersyukur, hal ini akan menarik datangnya nikmat-nikmat lain untuk kita hari ini.
2. lihat lah yang masih ada pada diri kita, bukan yang sudah hilang..! meratapi hal-hal yang sudah tidak ada pada diri kita hal ini akan menghindarkan kita dari sikap mengeluh, karena yang masih kita miliki jauh lebih banyak untuk selalul di syukuri
3. Catatlah minimal 5 hal yang patut untuk kita syukuri tiap harinya.
4. sering-sering lihat kebawah, bandingkan nikmat yang kita terima dengan orang yang tak seberuntung diri kita
5. Tanyakan pada diri kita setiap kita akan mengeluhkan sesuatu; nikmat yang manakah yang bias kita dustakan? Pantaskah kita mengeluhkannya.
Barang siapa yang bersyukur maka niscaya akan di tambah dan barang siapa yang kufur maka sesumgguhnya azab Allah sangat pedih
Dikutip,di adapsi dari ANNIDA No.10/XVIII juni 2009, bianglala.

Senin, September 14, 2009

Menjadi Penulis yang baik melalui Jalur blog?, Kenapa tidak?

Keberadaan internet merupakan suatu Anugerah yang tidak terkira bagi kita, kita sudah bisa go publik menjadi seorang penulis dengan cerita apa saja di weblog/blog. Jangkauannya sangat luas sehingga di baca banyak orang dan bisa diakses oleh siapapun, teman-teman, keluarga terdekat atau bahkan orang orang lain yang tertarik dengan apa yang kita tulis dimedia ini. Sehingga sangat memungkinkan tulisan kita bisa menjadi solusi dan pikiran yang berharga bagi orang lain. Saat ini media-media seperti Tabloid, Majalah mengutip atau mengambil bahan rubrik dari blog pribadi (tentunya dengan seizin pemiliknya). Hal ini akan menjadi tambah luas penikmat Tulisan kita. Dan keuntungan lain kita juga bisa terkenal (O, yaaa, he hehe..)

Sudah sewajarnya kita menginginka tulisan kita semakin lama semakin baik di blog pribadi kita. Bukan sekedar, seadanya atau bahkan asal-asalan. Karena inti dari sebuah blog adalah tulisan yang baik. Fasilitas tekhnologi dan desain hanya mendukung serta memperindah tampilan blog kita. All in all masalah kualitas blog itu diukur dari kepiawaian kita dalam merangkai kata-kata.
Berikut ini ada tips-tips yang saya kutip dari majalah Annida edisi November 2008, agar kita dapat menulis blog lebih baik lagi;
1. Tulis sambil bayangkan para pembaca blog kita, apa yang akan mereka dapatkan? Karena pembaca blog akan mencari apa sebenarnya isi tulisan kita untuk mereka
2. Buat tulisan kita maksimal berharga dan berarti untuk pembaca.
3. senantiasa memperhatikan Ejaan dan tata bahasa kita.
4. keep it short and simple, sweetie (KISS) buat tulisan kita pendek dan sederhana sehingga mudah dipahami, dan yang perlu digaris bawahi bahwa dalam menulis postingan tulisan yang pendek tapi sering itu akan lebih baik
5. Buat tulisan seolah–olah hidup artinya menulislah seperti kita berbicara dengan teman kita atau diri kita sendiri, jamgam sungkan-sungkan untuk menulis humor atau anekdot yang luu seplah-olah kiota menyampaikan nya langsung dihadapam mereka.
6. erring membuat link, link akan membangun kredibilitas dan posisi kita sebagai seorang ahli dibidang yang kita inginkan. Membuat link keblog dan website lain juga membantu kita membantu kita membangun jaringan dengan yang lain.
7. gunakan kata kunci lebih sering, selain menguatkan tujuan utama kita dalam menulis, fasilitas pencarian seperti google akan menyukai blog kita. Rangkin blog kita akan naik, karena topic tulisan yang kita bangun jelas dan konsisten.
8. kristalkan detail-detail cerita kita,dari pada hanya menyampaikan fakta yang terjadi, misalnya kita brcerita mengenai betapa berantakannya kita seminggu manjelang pengumpulan tugas disekolah. Jelaskan mengapa dan buat orang lain tertrik dengan menceritakan detil-detailnya, seperti bagaimana detailnya bau kamar kita, bagaimana dan mengapa kita belum mandi-mandi selama seminggu (he,he…, memang ada orang seperti itu?)
9. pasanglah judul atau head line yang jelas dan jangn ragu untuk sesekali menghitamkan tulisan untuk menegaskan pernyataan dalam tulisan kita.
10. ulis sesuatu yang baru! Sealin ng-elink ke berbagai artikel atau mendiskusikan desain atua bertita terbaru, mari tuangkan ide yang baru dalam tulisan di blog kita.
Sepuluh tips ini mudah-mudahan bisa bermanfaat dan digunakan sehingga blog kita ga sekedarnya atau seadanya, bahkan cenderung hanya asal-asalan.

Di salin dari Annida No.3/XVIII November 2008 rubrik Internid. Syarif Hidayatullah Master imu Komputer dari UI


Translate

English French German Spain Italian Dutch

Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

Shoutbox

Hidayat. Diberdayakan oleh Blogger.

Label

Afiliation (2) Artikel (19) Di balik Layar (1) Motivasi (1) Opini (7) Resensi (2) Teknologi (3) Tentang Saya (3) Tip dan Trik (3)

Recent Comments

 

Copyright © 2009 Fresh Themes Gallery | NdyTeeN. All Rights Reserved. Powered by Blogger and Distributed by Blogtemplate4u .